SERIKATNEWS.COM – Masyarakat Kota Wuhan, China, kembali dapat melangsungkan aktivitas secara bebas setelah di-lockdown selama tiga bulan. Pada pekan lalu, Kota Wuhan yang menjadi lokasi pertama kali virus corona terdeteksi merayakan berakhirnya lockdown. Masyarakat menanam bunga dan pohon di taman seberang rumah sakit yang sebelumnya dipenuhi pasien Covid-19.
Dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/4/20202), sebelum tengah malam Rabu pekan lalu, ketika lockdown secara resmi dicabut, outlet berita pemerintah mengirim drone ke langit untuk merekam bangunan dan jembatan yang menyala. Pada waktu itu, mobil-mobil berbaris di tol, menunggu untuk segera dikendarai. Pengemudi menggambarkan perasaan akhirnya “terbebaskan”. Beberapa perumahan mengibarkan bendera yang menyatakan “bebas virus”. Salah satu mengatakan “Pertempuran yang menentukan, kemenangan yang menentukan.”
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa bagi kota berpenduduk 11 juta dengan 2.500 orang di antaranya meninggal karena virus corona, belum banyak perubahan yang dirasakan. “Kami belum merasakan banyak perubahan,” kata Zhang yang tinggal di Distrik Wuchang dan telah dikarantina di rumah. Dia mengatakan bahwa lockdown di Kota Wuhan masih belum berakhir sepenuhnya.
Keluarnya Wuhan dari lockdown merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pejabat China untuk meyakinkan publik bahwa kehidupan dapat kembali normal dan pihak berwenang telah mengalahkan pandemi Corona.
Menurut Ho-Fung Hung, pembukaan kembali Kota Wuhan untuk mengirim sinyal bahwa China akan kembali menghidupkan ekonomi masyarakat. Tetapi terlepas dari upaya pemerintah, masyarakat akan tetap sangat berhati-hati. Seorang dosen ekonomi politik di Universitas Johns Hopkins ini mengatakan bahwa masyarakat tidak dapat dengan mudah melupakan kesalahan langkah awal pemerintah China sehingga menyebabkan krisis, khususnya bagi mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai atau mengalami gangguan kesehatan.
Beberapa Tempat yang Masih Tutup
Di Kota Wuhan, tampak toko-toko tetap tutup, hanya restoran yang dibuka kembali, namun untuk pengiriman saja. Selain toko, tampak sekolah, bioskop, dan tempat hiburan lainnya tetap tutup. Banyak lingkungan masih memiliki akses terbatas dengan warga yang memiliki izin dapat pergi secara teratur untuk kembali bekerja.
Walaupun masyarakat saat ini lebih bebas untuk datang dan pergi, tetapi ada pos pemeriksaan konstan di mana penduduk harus menunjukkan “kode kesehatan” dan mengukur suhu tubuh. Pembatasan berkelanjutan yang oleh pemerintah China dikatakan akan dicabut secara bertahap dan tertib, merupakan suatu indikasi bahwa Corona meski banyak mereda namun belum berakhir sepenuhnya.
Kekhawatiran Warga Wuhan
Warga Wuhan masih merasakan kekhawatir terhadap sejumlah pasien tanpa gejala atau pasien yang berhasil sembuh namun kembali positif Covid-19 tanpa menunjukkan gejala. Bahkan beberapa orang juga khawatir tentang jumlah kasus impor, karena wisatawan China kembali dari negara yang terinfeksi Covid-19.
Pada hari Jumat (10/4/2020), Komisi Kesehatan Nasional melaporkan ada 46 kasus baru dari hari sebelumnya, sebanyak 44 orang di antara mereka berasal dari luar negeri. Provinsi Hubei, di mana Wuhan adalah ibu kotanya, tidak melihat kasus baru selama tujuh hari.
“Kami masih khawatir dan akan tetap di dalam. Masih ada orang yang keluar dengan hasil tes ulang positif,” demikian ujar Zhou yang tinggal di Hankou.
Begitu pun dengan warga lain, yaitu Iris Yao mengatakan bahwa mereka ingin kembali bekerja tetapi masih khawatir tentang kemungkinan wabah kedua. “Kembali normal bukan berarti virusnya hilang,” kata Iris Yao yang juga tinggal di Hankou.
Di sebuah toko yang baru dibuka kembali di luar Rumah Sakit Youfu Wuhan dekat pasar Seafood Huanan tempat kasus pertama kali terdeteksi, seorang pemilik toko mengatakan dia tidak akan kembali bekerja saat ini jika dia tidak perlu. “Jika saya tidak keluar, saya tidak bisa menghasilkan uang dan saya tidak bisa makan. Jika saya bisa, saya akan tinggal di rumah,” katanya.
Beberapa mengatakan setelah pembatasan aktivitas dilonggarkan, mereka kembali merasakan kekhawatiran sebab beberapa dugaan infeksi baru telah muncul. Begitu pun warga lain juga mengatakan tidak percaya apa yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah setempat. Walau demikian, warga juga mengatakan mereka percaya pemerintah telah menebus kesalahan di awal penanganan pandemi Corona.
Zhang, yang putrinya belajar di Hong Kong, belum ingin dia kembali karena dia tidak yakin itu cukup aman. “Beberapa orang percaya bencana sudah berakhir, tetapi ada juga orang yang tidak melihatnya seperti itu,” katanya.
Sumber: Kompas.com
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...