SERIKATNEWS.COM – MF Nurhuda Y, Anggota DPR RI dari Fraksi PKB mengingatkan kepada seluruh kader PKB agar tidak melupakan asal-usul PKB yang lahir dari Nahdhatul Ulama (NU). Semua kader PKB baik yang ada di legislatif maupun eksekutif harus berkhidmah pada NU.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri oleh Kyai Rahat Rois Syuriah MWC NU Ulujami, Kyai Abdul Karim jajaran Syuriah, Akhwan Tanfidziyah NU, Kyai Mahmudi Dewan Syuro DPAC PKB dan H. Turah Raharjo PAC PKB Kecamatan Ulujami serta warga MWCNU dan Banom NU. Acara diselenggarakan di Kantor MWCNU Ulujami, Pemalang pada Senin 25 April 2022.
“Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir dari Rahim Nahdhatul Ulama (NU). Pada Pemilu 1999, PKB yang baru lahir tanggal 23 Juli 1998 sudah mendapat dukungan NU. Dukungan tersebut mengalir hingga hari ini,” ujar Nurhuda yang juga anggota Komisi II DPR RI.
“Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa tanggung jawab saya anggota DPR RI dari Fraksi PKB yang merupakan anak kandung NU, maka setiap ada kesempatan reses saya berusaha menyempatkan diri untuk selalu bisa silaturahmi dan mengunjungi konstituen, khususnya warga Nahdlatul Ulama,” lanjut anggota DPR RI dari Fraksi PKB Dapil Jawa Tengah 10 tersebut.
Selanjutnya, Nurhuda menjelaskan tentang 4 Pilar Kebangsaan. Ia menyebutkan bahwa 4 pilar kebangsaan itu singkatannya adalah PBNU. Pertama, P adalah Pancasila. Kedua B adalah Bhineka Tunggal Ika. Ketiga, N adalah NKRI. Keempat, U adalah UUD 1945.
“Itulah 4 pilar atau PBNU yang harus dijaga dan dipegang teguh oleh warga Nahdhiyin. Dengan 4 pilar (PBNU) tersebut kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia akan terjaga dan harmoni. Namun, ketika 4 pilar (PBNU) tersebut tidak mampu dijaga dan dirawat maka kehidupan berbangsa akan terancam,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini memang aksi-aksi terorisme menurun karena gencarnya penangkapan terhadap para aktivis terror. Namun, yang memprihatinkan dan perlu menjadi kewaspadaan bersama adalah terus meningkatnya angka masyarakat yang terpapar ideologi radikalisme dan terorisme.
“Oleh karena itu saya ingin mengingatkan kita semua, terutama warga Nahdhiyin untuk tetap menjaga sikap toleransi dan kebhinekaan. Tugas kita adalah mendidik anak-anak kita agar tetap menjiwai Pancasila dan UUD 1945. Merawat agar kebhinekaan dan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap bisa lestari dan terjaga,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kyai Mukhlasin selaku tuan rumah menyambut baik niat dari MF Nurhuda Y ini. Bahkan Kyai Mukhlasin turut mendoakan agar nantinya MF Nurhuda Y terpilih kembali sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2024.
“Hubungan PKB dan NU adalah ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi yang berbeda. Uang tersebut tidak akan bernilai jika hanya ada gambar satu sisi saja. Tetapi jika ada dua sisi, maka mata uang itu menjadi berharga. Salah satu sisi itu diibaratkan sebagai kelebihan seseorang dan sisi yang lain adalah kelebihan orang lain,” terangnya.
Selain itu, Kyai Mahmudi Dewan Syuro DPAC PKB mengingatkan kepada para warga Nahdhiyin dan Muslimat NU untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan. Karena, menurutnya dengan persatuan dan kesatuan maka warga Nahdhiyin bisa mewujudkan cita-cita bersama.
Terkait, tugasnya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Agama. MF Nurhuda Y menyampaikan berita baik dan angin segar terkait rencana pemberangkatan kembali Jemaah Haji di tahun 2022 yang kuotanya telah disepakati oleh pihak pemerintah Arab Saudi.
Menyukai ini:
Suka Memuat...