SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim memberi perhatian khusus pada pengadaan fasilitas terapi hiperbarik di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA).
Ia mendorong rumah sakit milik daerah itu untuk segera memiliki layanan Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) yang dinilai penting bagi masyarakat kepulauan.
Dorongan ini disampaikan Wabup usai menjajal langsung terapi hiperbarik milik Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL (Lakesla). Terapi dilakukan di kedalaman 5 meter selama 30 menit.
“Ini sangat bagus. Setelah saya coba sendiri, Alhamdulillah terasa manfaatnya. Kita akan dorong agar RSUD Moh Anwar bisa menghadirkannya secara bertahap,” kata Wabup, beberapa waktu lalu.
Tak hanya Wabup, sejumlah pejabat Pemkab Sumenep dan perwakilan Kodim Sumenep juga ikut dalam sesi uji coba tersebut.
Terapi hiperbarik sendiri dikenal luas dalam dunia medis. Awalnya digunakan untuk mengatasi penyakit dekompresi pada penyelam, kini terapi ini juga efektif untuk luka diabetes, stroke, gangguan oksigenasi, dan berbagai kondisi kronis lainnya.
Direktur RSUDMA dr. Erliyati menyebut kebutuhan layanan ini cukup mendesak di Sumenep, mengingat wilayah ini terdiri dari puluhan pulau dengan banyak nelayan dan penyelam tradisional.
“Terapi ini sangat dibutuhkan. Selain bagi penyelam, juga untuk pasien dengan gangguan oksigenasi jaringan tubuh,” jelasnya.
Saat ini, Lakesla hanya memiliki ambulans hiperbarik portabel. Untuk menghadirkan fasilitas permanen di RSUDMA, dibutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Menurut dr. Erliyati, investasi ini sangat layak karena manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan.
“Kami harap ada perhatian serius dari Pemkab. Ini akan jadi terobosan penting dalam layanan kesehatan di Sumenep,” pungkasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...