News

Rumah Gerakan 98 Apresiasi Kinerja BIN, Polri dan Densus 88 di Universitas Riau

SERIKATNEWS.COM- Penggerebekan yang dilakukan di Kampus Universitas Riau (UNRI) oleh Tim Densus 88 dan Polda Riau berhasil mengamankan tiga orang terduga teroris dengan barang bukti empat bom yang disiap diledakan. Sabtu 2 Juni 2018 kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard AM Haloho memberikan apresiasi kepada Badan Intelegen Negara (BIN), Kepolisian dan Tim Densus 88 yang dianggap telah bekerja serius untuk menanggulangi masalah terorisme.

“BIN, Polri terutama Densus 88 harus mendapat apresiasi yang tinggi untuk mencegah terjadinya tindakan terorisme. Ditangkapnya terduga pelaku dengan barang bukti 4 buah bom yang siap ledak, menandakan keseriusan dalam menindak pelaku terorisme” Ujar Bernard.

Bernard menilai meskipun ada pihak-pihak yang keberatan dengan masuknya aparat kedalam lruang lingkup kampus, tapi terorisme masuk dalam kategori kejahatan luar biasa yang memang harus dilakukan perlakuan khusus. Sehingga protes yang dilakukan oleh politisi Fahri Hamzah tidak beralasan. Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memprotes polisi yang membawa senjata saat menggeledah terduga teroris di Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru. Menurutnya, senjata yang masuk ke kampus seperti kejadian pada zaman Orde Baru.

“Terorisme itu extra ordinary crime, jadi harus dilakuakn sesuatu tindakan yang luar biasa pula. Politisi seperti Fahri Hamzah jangan menjadi pahlawan kesiangan dengan melakukan protes terhadap apa yang dilakukan Tim Densus di kampus Unri. Apakah dia mau bertanggung jawab bila bom tersebut berhasil diledakkan?” tegas Bernard.

Bernard berharap dengan adanya benih-benih terorisme didalam kampus seperti yang terjadi di Universitas Riau menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Pendidikan Tinggi untuk dapat melakukan penyisiran paham-paham radikal disemua kampus yang ada di Indonesia.

“Ini merupakan warning buat Kemendikti, bahwa terorisme dan radikalisme sudah nyata ada didalam kampus, Kemndikti harus bergerak cepat menyisir seluruh kampus dan mengeliminir paham-paham radikal yang telah menyebar tersebut” tutupnya.

Popular

To Top