Memperbincangkan Kembali Pendidikan Indonesia: Upaya Memperkuat Peraturan Presiden No. 87 th. 2017 Tentang Pendidikan Karakter
Penulis: Serikat News
Jumat, 22 September 2017 - 01:21 WIB
Foto : Workhsop Pendidikan
Foto : Workhsop Pendidikan
Yogyakarta,SERIKATNEWS.COM-Jaringan Pemuda Nusantara (JPN) bersama Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, Gerakan Pemuda Sriwijaya (GPS) Sumatera Selatan dan Lentera Indonesia Institute Yogyakarta menggelar Workshop Pendidikan dengan tema “Memperbincangkan Kembali Pendidikan Indonesia: Upaya Memperkuat Peraturan Presiden No. 87 th. 2017 Tentang Pendidikan Karakter” di Theatrikal Fak. Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 19/09/17.
Acara tersebut menghadirkan pembicara yang berkompoten sesuai bidangnya masing-masing, di antaranya Dr. Waryono Abdul Ghofur, M. Ag Jama’ah Nahdliyin NU dan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Drs. Aulia Reza Bastian Pengamat Pendidikan dan mantan Dewan Pendidikan Kota Yogyakata dan Drs. H. Abdul Quddus Zoher, MA., M.Pd.I (Ketua Pimpinan Cabang Muhammdiyah Banguntapan Utara dan Kepala Sekolah MA Muhammadiyah Yogyakarta.
“Workshop Pendidikan digelar untuk memperkuat Peraturan Presiden no. 87 th. 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai pengganti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. Nomor 23 Tahun 2017 agar bisa diterjemahkan secara teknis sehingga tercipta pemahaman bersama lintas elemen agar amanat yang ada di Perpres tersebut dapat direalisasikan secara bersama”, ujar Abulaka ketua umum jaringan pemuda nusantara (JPN).
Selain itu Abulaka juga menegaskan bahwa Workshop Pendidikan ini penting dilaksanakan dengan tujuan memperbincangkan kembali kondisi pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan penyangga utama soko guru bangsa, jika pendidikan bobrok, maka bobrok pula Negara tersebut. Hal ini bersamaan keluarnya Perpres tentang Pendidikan karakter yang baru saja ditandatangani Presiden awal September kemarin. Alasan ini adanya pemahaman bersama dengan teman-teman lembaga lain yang kemudian muncul kesepakatan mebuat acara bersama.
Pentingnya Workshop Pendidikan bagian cara sosialisasi kepada masyarakat umum terutama bagi ormas masyarakat dan lembaga/institusi terkait agar adanya kepemahaman bersama. Selanjutnya bisa dilaksanakan secara bersama dan harapannya tidak ada selisih paham lagi sebagaimana sebelum muncul Perpres no. 87 th. 2017 ini.
“Kami secara bersama punya komitmen terhadap kondisi pendidikan Indonesia sehingga muncul kesepakatan bersama menggelar Workshop Pendidikan. Inilah bagian cara kami berkontribusi nyata terhadapa bangsa Indonesia. Kami berharap dari acara ini dapat memberikan pemahaman isi Perpres terhadap semua elemen dan masyarakat umum agar dapat dipahami dan dilaksanakan secara bersama”, tutup Abulaka. (SMH)
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan
JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja tidak hanya mengandalkan ijazah.
GROBOGAN — Upaya mengintegrasikan pembangunan lingkungan dan ekonomi desa mulai diwujudkan melalui gerakan penanaman alpukat yang diinisiasi Ikatan Pemuda Penggerak