Kapolri Ajak DEMA/BEM PTAI se-Indonesia Jaga Keutuhan Bangsa
Penulis: Serikat News
Kamis, 12 Oktober 2017 - 22:30 WIB
Foto: Tito Karnavian Kongres ke – 4 Dewan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (DEMA/BEM PTAI) se-Indonesia
Foto: Tito Karnavian Kongres ke – 4 Dewan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (DEMA/BEM PTAI) se-Indonesia
SERIKATNEWS.COM- Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian
menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Sejak Indonesia merdeka 72 tahun lalu, nikmat yang paling besar yakni keutuhan, tidak adanya perpecahan bangsa.
“Kalau kita menggunakan komparasi (perbandingan), Uni Soviet merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat nomor 2 di dunia. Tapi ternyata mereka pecah menjadi beberapa negara pada tahun 1992”, ujar Tito karnavian saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Kongres ke – 4 Dewan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (DEMA/BEM PTAI) se-Indonesia di Akademik Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).
Namun, Kapolri menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa kepada seluruh mahasiwa yang hadir. Di salah satu potongan kalimatnya, Kapolri Tito juga sempat mengatakan sejarah nama ‘Tito’, Hal ini bermula ketika jendral bintang 4 tersebut menjelaskan mengenai perbandingan keutuhan negara Republik Indonesia (RI) dan negara-negara sahabat.
“Di organisasi negara-negara non blok, Indonesia dan Yugoslavia punya cerita berbeda. Presiden Soekarno berhasil membawa Indonesia ke gerbang pintu kemerdekaan dan utuh hingga sekarang. Sedangkan Yugoslavia di bawah pemimpinnya, Josep Brostito, juga terpecah menjadi beberapa negara. Josep Brostito, dari situlah nama saya (Tito) berasal”, kata Kapolri.
Jendral kelahiran Palembang ini mengatakan, negara Yugoslavia pecah menjadi 7 negara di antaranya Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Macedonia, Serbia, Montenegro, Slovenia dan Kosovo,”Tambahnya.
“Bangsa kita hari ini masih menyanyikan lagu Indonesia Raya. Negara Yugoslavia yang dipimpin Josep Brostito tadi, mana mau menyanyikan lagu kebangsaan karena mereka sudah terpecah”, kata lulusan terbaik Akademi Kepolisian Tahun 1987 itu. (DP)
JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan
BEKASI —Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
Probolinggo – Meski statusnya sudah dinaikkan atau menetapkan sebagai tersangka, namun Polres Probolinggo tidak melakukan penahanan kepada Kepala Desa (Kades)
JAKARTA – Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menegaskan pentingnya peran pers berkualitas dalam menjaga nalar publik dan memperkuat demokrasi,
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar