HMI Jogja Gelar Aksi Damai Peringati Hari Sumpah Pemuda
Penulis: Serikat News
Minggu, 29 Oktober 2017 - 13:51 WIB
Foto: Aksi damai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda
Foto: Aksi damai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda
Yogyakarta,SERIKATNEWS.COM- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta melakukan aksi damai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, di kawasan nol KM, tepat depan benteng Vredeeburg, Sabtu (28/10). Aksi ini bertemakan “HMI ADA UNTUK RAKYAT” yang dimulai pukul 10.00 WIB, dan diakhiri pukul 13.00.
Aksi Hari Sumpah Pemuda yang bertajuk HMI Hadir Untuk Rakyat ini mencoba untuk mengembalikan marwah kader- kader HMI untuk berjuang demi kesejahteraan rakyat. Selain aksi ini dipandu oleh Kordum dan Korlap Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta (Alfin Thariqul Fikri dan Muazzim), aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah kader-kader HMI komisariat.
Yang berjalan dari jam 10:00 sampai dengan 12:30 berlangsung lancar. Sejumlah kader-kader HMI Cabang Yogyakarta saling bergantian menyuarakan aspirasinya. Menurut Alfin, tanggal 28 Oktober menjadi momentum untuk terus mengupayakan spirit perjuangan, dan tantangan-tantangan yang terjadi sekarang bisa terus diupayakan melalui generasi-generasi yang produktif dan militan.
“Upaya yang yang harus dilakukan oleh generasi-genarasi yang produktif bisa kita lalui dengan cara menyatukan sejumlah elemen di Indonesia, mengingat karena Indonesia berlatar belakang budaya, agama, ras, dan antar golongan yang berbeda-beda. Kita harus memahami betul arti dari nasionalisme sebagai ideologi gerakan pamuda, dan menjauhi kebenaran-kebenaran mutlak hanya pada satu golongan tertentu,” tegas Alfin.
Sejarah kepemudaan pada masa itu memang dibangun oleh banyaknya golongan daerah yg hadir, mulai dari Jong Java, Jong Sumatera Jong Maluku, Jong Cilebes dan lain-lain. Penanaman sikap nasionalisme, pada waktu itu, dibentuk atas dasar pemahaman keberagamaan. “Nah, melalui Aksi Hari Sumpah Pemuda inilah sebagai nilai dari perjuangan-perjuangan yang dilakukan pemuda dulu,” tukasnya.
“Saya sangat bangga bisa melakukan aksi bersama kader-kader HMI Cabang Yogyakarta. Dengan aksi ini, kita juga ikut andil dan memberikan sumbangsih yang berarti kepada Indonesia secara umum, yang sadar akan peran dan fungsinya sebagai tulang punggung sekaligus asset Bangsa Indonesia,” sebut Alfin.
Alfin berharap, kader-kader HMI seluruh Indonesia bisa memberikan kontribusi yang pasti kepada bangsa Indonesia, khususnya kepada kalangan muda yang nyaris kehilangan arah perjuangan, dan tidak mengerti apa yang harus mereka kerjakan. “Semoga kawan-kawan HMI selalu proaktif, kiritis, dan terus memperjuangkan nasi-nasib rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Seturut dengan itu, Kordinator Lapangan, Muazzim, menegaskan peranan pemuda sebagai garda terdepan bangsa Indonesia. “Kita harus menggalakkan pergerakan, karena semakin berkembangnya zaman, semakin pudarnya rasa toleran. Sebagai mahasiswa kita harus menegakkan kembali bahwa kita bertanah air satu, bertumpah darah satu, yakni Indonesia,” sebutnya
Aksi ini, menurut Muazzim, juga untuk meneladani Sumpah Pemuda, dengan menamkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai symbol saja. Jika Pancasila hanya dijadikan sebagai simbol, menurutnya, maka kita akan terus bersikap intoleran.
“Kita dari kader HMI Cabang Yogyakarta, sudah seharusnya memiliki kesadaran nasionalis, mengimbangi Pancasila dengan nilai-nilai yang termaktub dalam Islam, akidah, akhlaq, dan syariah,” sebut Muazzim.
Ia menambahkan, belenggu senior-junior mesti diberangus dalam ritme perjuangan HMI DI Yogyakarta. “Supaya semakin progresif, kita jangan sekali-kali membedakan mana yang junior dan senior, kita harus sama-sama membangun, berjalan berdampingan, berjuang bersama, susah senang bersama, yakni untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Muazzim (farid)
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan
JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja tidak hanya mengandalkan ijazah.
GROBOGAN — Upaya mengintegrasikan pembangunan lingkungan dan ekonomi desa mulai diwujudkan melalui gerakan penanaman alpukat yang diinisiasi Ikatan Pemuda Penggerak