SERIKATNEWS.COM- Sejak dinyatakan memasuki masa erupsi efusif pada 4 januari 2021, Merapi kembali gugurkan awan panas pagi tadi. Tercatat pada 6.42 WIB merapi luncurkan awan panas dengan amplitudo 25 mm dengan durasi 127 detik. Sementara itu, jarak luncur 1.500m ke arah kali Bebeng.
“Meskipun terpantau jarak luncur belum membahayakan warga, namun warga di sekitar lereng merapi tetap harus waspada,” himbau Gunawan Imam Suroso selaku Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, Rabu 12 Januari 2022.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menghimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya. Mengingat kubah lava yang semakin meningkat di dua pusat erupsi.
Ia menjelaskan bahwa erupsi efusif tahun ini berbeda dengan erupsi sebelumnya. Hal itu disebabkan karena erupsi tahun ini terdapat 2 pusat, yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.
“Kedua kubah lava ini terus tumbuh, hingga 7 januari 2022 volume kubah lava tengah sebesar 3.007.00 m3, sementara itu kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa telah dibuat model luncuran awan panas untuk membuat peta potensi bahaya berdasarkan data volume kubah lava tersebut. Berdasarkan peta potensi bahaya kubah lava barat daya akan menimbulkan awan panas ke arah sungai Boyong, Bebeng, Krasak, dan Putih sejauh 5km. sementara itu kubah lava tengah juga akan meluncurkan awan panas sejauh 5 km ke arah sungai gendol.
“Potensi bahaya guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng , dan Putih sejauh 5km dari puncak,” jelasnya.
Ia menambahkan di di sektor tenggara akan menuju sungai Woro sejauh 3km dan sungai gendol sejauh 5km. Pihaknya menghimbau agar masyarakat yang tidak bermukim di daerah potensi bahaya untuk tetap siap siaga.
Menyukai ini:
Suka Memuat...