SERIKATNEWS.COM- Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten di DIY yang mempunyai banyak tempat wisata dan kuliner. Salah satu kuliner tradisional yang usinya dua abad bernama growol. Makanan tersebut terbuat dari gaplek, yakni olahan ketela pohon atau singkong setengah jadi.
Menurut artikel warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Sabtu (11/03/2023), warga Kulon Progo sudah mengonsumsi growol sejak tahun 1814. Keterangan tersebut diambil dari catatan sejarah Serat Centhini Jilid V. Makanan ini bisa disantap dengan pelengkap sayur besengek, pentho, atau dengan kethak, serundeng, dan sambal.
Pada tahun 2019, growol ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda berdomain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional asal DIY. Growol bertekstur kasar dan padat, rasanya hambar dan mempunyai aroma khas kecing. Dalam laporan Goodnewsfromindonesia.id, aroma kecing growol disebabkan oleh proses perendaman singkong selama tiga sampai empat hari.
Terlepas dari aroma kecing, makanan tradisional ini punya khasiat bagi pencernaan. Dalam sebuah penelitian, sekitar 472 anak berusia 1-5 tahun di Kulon Progo mempunyai kemungkinan rendah terkena diare karena sering mengonsumsi growol. Tak hanya itu, dalam laporan yang sama dijelaskan pula bahwa growol dapat mencegah diabetes melitus. Makanan tersebut baik dikonsumsi oleh penderita diabetes yang tidak bisa mengonsumsi nasi.
Ada delapan tahapan untuk mengolah growol, mengutip pertanian.kulonprogokab.go.id, yaitu sebagai berikut:
- Pengupasan dan pemotongan
- Pencucian tahap I
- Perendaman
- Pencucian tahap II
- Pengepresan
- Penggilingan
- Pengukusan
- Pencetakan
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...