SERIKATNEWS.COM – Guna menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship dalam tubuh para santri, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Putri Guluk-guluk, Sumenep menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Untuk Mencetak Santri Mandiri Di Era Digital” pada Jumat (8/9/2023). Kegiatan tersebut berlangsung di Musholla Putri Pondok Pesantren An-Nasyiin Desa Grujugan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dewan Pengasuh Pesantren An-Nasyiin, Jajaran Pengurus Pesantren, Santriwan – Santriwati, masyarakat dan penyelenggara kegiatan mahasiswi KKN Instika Putri Guluk-guluk.
K. Fausi Hasbullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren An-Nasyiin mengucapkan banyak terima kasih kepada mahasiswi KKN Instika Guluk-guluk karena dapat melaksanakan kegiatan bersifat edukatif dan inovatif kepada santri.
“Terima kasih kepada nahasiswi KKN Instika, karena dengan adanya masukan dan pengetahuan yang diberikan, pondok pesantren ini selangkah lebih mengetahui dunia kewirausahaan seiring merebaknya pabrik industri di era kekinian, yang asalnya diklaim terbelakang menjadi berkembang,” ungkapnya.
Sisi lain, Raudhatus Sa’adah, Ketua Posko IX KKN Instika menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya seminar kewirausahaan ini tiada lain hanya untuk menambah wawasan dan antusias para santri agar menjadi seorang entrepreneur yang hebat dengan memanfaatkan era digital.
Sementara itu, Atikatul Himmah, S.Pd., M.Pd. yang bertindak sebagai penyaji dalam kegiatan tersebut menjelaskan secara gamblang akan perbedaan antara pengusaha dan pedagang.
“Kriteria pengusaha orangnya diam, tetapi usahanya jalan. Sedangkan pedagang, karena yang menjalankan itu adalah kita, maka tinggal pilih saja, kalau misal memilih berdiam maka dagangannya berpotensi gulung tikar atau tutup,” katanya.
Pada intinya, lanjut Dosen Prodi Ekonomi Syari’ah itu, dalam setiap diri seseorang harus mempunyai dua sikap yang melekat dalam dirinya yakni ilmu dan keberanian.
“Terkadang ada orang yang punya ilmu tetapi tidak punya mental keberanian. Sebaliknya, ada orang yang punya keberanian tetapi tidak punya ilmu, itu kurang berarti untuk menggugah jiwa kewirausahaannya,” jelasnya.
Terakhir, pemilik UMKM Produk Kerupuk Ikan Lajur di Desa Bilapora Timur itu menyarankan kepada semua audien akan kiat-kiat sukses dalam menjalankan usahanya. “Kunci sukses itu adalah tidak berhenti memunajatkan doa dan terus berupaya,” tandasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...