SURABAYA – Fenomena viral hashtag #KaburAjaDulu tengah menjadi sorotan publik, terutama di kalangan anak muda. Dalam episode terbaru D’Voice Podcast DPD RI, Senator Lia Istifhama dari Provinsi Jawa Timur memberikan pandangannya terkait tren ini yang dinilai mencerminkan dinamika sosial generasi saat ini.
Menurut Dr. Lia, fenomena #KaburAjaDulu dapat diartikan dalam berbagai perspektif, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, hashtag ini bisa mencerminkan keinginan seseorang untuk keluar dari situasi yang dianggap tidak sehat, seperti lingkungan kerja yang toksik atau hubungan yang merugikan. Namun, di sisi lain, jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini bisa menjadi refleksi dari sikap kurang bertanggung jawab terhadap tantangan hidup.
“Kita harus memahami makna di balik tren ini. Jika ‘kabur’ berarti mengambil jeda untuk mencari solusi yang lebih baik, itu bisa menjadi hal positif. Namun, jika dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab atau lari dari masalah, tentu ini harus dikritisi,” ujar Lia dalam podcast sebagaimana pengamatan Serikat-News pada Minggu (2/3/2025).
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Dr. Lia juga menyoroti pentingnya membangun ketahanan mental dan menghadapi masalah dengan sikap yang lebih dewasa. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengikuti tren tanpa memahami dampaknya, tetapi juga berpikir kritis dalam menanggapi fenomena sosial.
“Sebagai generasi penerus, penting bagi kita untuk memiliki daya juang dan ketahanan menghadapi tantangan. Jangan jadikan ‘kabur’ sebagai solusi utama, tetapi jadikan sebagai bagian dari strategi untuk kembali lebih kuat,” tambahnya.
Podcast D’Voice DPD RI yang mengangkat isu ini mendapat respons positif dari para pendengar, terutama generasi muda yang merasa relevan dengan pembahasan tersebut. Banyak yang setuju bahwa keseimbangan antara mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus mundur adalah kunci dalam menghadapi kehidupan.
Dengan adanya diskusi semacam ini, Dr. Lia berharap masyarakat, terutama kaum muda, semakin sadar akan pentingnya menghadapi realitas dengan bijak dan bertanggung jawab. “Mari kita jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh, bukan alasan untuk terus lari,” pungkasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...