PURWOREJO — Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar pembekalan magang mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (4/8/2025) di Auditorium STAINU. Kegiatan ini mengusung konsep Magang Internasional Berbasis Local Placement dengan tajuk “Digitalisasi Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan” (Digital Transformation of Islamic Education in the Age of AI), serta subtema “Mewujudkan Kompetensi Calon Pendidik yang Inovatif dan Etis di Era Digital.”
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta 28 mahasiswa peserta magang dari tiga program studi: PAI, PGMI, dan PIAUD. Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Mahmud Nasir menegaskan pentingnya kesiapan mental, adaptasi, serta menjaga nama baik almamater selama pelaksanaan magang. “Setiap tahun kita mengirim mahasiswa ke lembaga pendidikan, dan tahun ini ada dua skema magang: reguler di dalam negeri, dan internasional (pancadarma) yang akan berlangsung di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hari ini, kita fokus pada magang reguler yang dilaksanakan di enam titik lembaga pendidikan di wilayah Purworejo dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa STAINU berkomitmen mengembangkan model magang yang tidak hanya berorientasi pada praktik mengajar, tetapi juga riset dan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi, menjaga etika, serta menjadi duta positif kampus di tengah masyarakat.
Magang Lokal dengan Cita Rasa Global
Ketua Panitia Magang, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa meski jumlah peserta hanya 28 orang, pelaksanaan tetap dirancang semaksimal mungkin. Lokasi magang tersebar di sejumlah lembaga mitra, antara lain RA Muslimat NU Matholiul Falah Prajegsari dan RA Masyithoh XV (untuk PIAUD), MI Az Zahra Cangkrep Lor dan MI Salafiyah Wareng Butuh (untuk PGMI), serta MAN dan SMK Negeri 3 Purworejo (untuk PAI).
Aziz menyampaikan bahwa meski dilakukan secara lokal, luaran dari kegiatan ini ditujukan untuk pengakuan di tingkat internasional. Salah satu caranya adalah melalui forum International Conference, di mana mahasiswa wajib mempresentasikan hasil magang dan risetnya dalam bentuk makalah berbahasa asing. “Konsep ini mencerminkan fleksibilitas internasionalisasi STAINU, yaitu magang di lokal, tetapi berdampak global,” ujarnya.
Output kegiatan antara lain adalah prosiding internasional, artikel jurnal, serta kolaborasi riset antara mahasiswa, dosen, dan mitra sekolah. “Ini bagian dari strategi mendorong mahasiswa menjadi pendidik yang inovatif, berpikir kritis, dan siap menghadapi era AI secara etis,” tambah Aziz.
Pemanfaatan AI secara Etis
Materi pembekalan disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Djamal, M.Pd., yang menekankan pentingnya etos profesional dan etika dalam menghadapi era digital. “Guru yang hebat adalah guru yang memberi inspirasi. Di era AI, jika kita tidak bisa beradaptasi, maka kita akan tertinggal,” ujarnya. Ia menyoroti pentingnya penguasaan prompt engineering dalam memanfaatkan teknologi AI seperti ChatGPT, Canva, atau alat bantu digital lainnya secara bijak dan produktif.
Djamal juga mengingatkan agar teknologi tidak menjadi alat yang menjerumuskan, melainkan mendukung nilai-nilai toleransi, kearifan lokal, dan profesionalisme. Ia mengajak mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadapi tantangan zaman dengan semangat dan optimisme.
Kolaborasi, Etika, dan Globalisasi
Moderator kegiatan menekankan bahwa magang tahun ini menuntut mahasiswa tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah di lembaga, mengembangkan solusi inovatif, dan menuangkannya dalam riset yang berdampak. Mahasiswa juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara etis dan berkontribusi pada penguatan lembaga pendidikan di era digital.
Kegiatan pembekalan ini diakhiri dengan penyampaian teknis pelaksanaan magang, termasuk skema penilaian, pendampingan dosen, serta jadwal International Conference yang menjadi syarat kelulusan magang. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...