Probolinggo – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat kembali mendapatkan dorongan besar melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar pada 10–12 Desember 2025 di Hotel Morazen, Surabaya. Kegiatan tiga hari ini menghadirkan sejumlah koperasi milik organisasi masyarakat Islam dari berbagai daerah, dan koperasi yang berbaisi Pesantren, termasuk Koperasi PP. Islamiyah Syafiiyah yang berasal dari daerah Paiton, Probolinggo, yang diwakili oleh Siti Mahmudah (Sekretaris Koperasi) dan Dwivo Monica Risqi Putri (Anggota Koperasi).
Sejak hari pertama, suasana acara dipenuhi semangat kolaborasi. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teknis tentang penguatan tata kelola koperasi, namun juga diajak melihat kembali peran strategis koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Wamenkop Farida Farichah: “Ormas Islam dan koperasi memiliki nilai dasar yang sama.”
Bimtek dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Koperasi, Ibu Farida Farichah, M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa koperasi memiliki irisan nilai yang kuat dengan organisasi masyarakat berbasis keagamaan.
“Ormas-ormas memiliki visi serta nilai-nilai yang sama dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, seperti gotong royong dan kebersamaan. Karena itu kami berharap seluruh Ormas Islam dapat terus bersinergi dengan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam setiap aspek pengembangan kemitraan,” tutur Wamenkop dalam pidato pembukaan.
Sebagai tanda dimulainya rangkaian bimtek, Wamenkop memukul gong yang disambut tepuk tangan seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol penguatan komitmen pemerintah dalam memberdayakan koperasi, khususnya koperasi Ormas Islam dan koperasi berbasis pesantren.
Apresiasi Koperasi Islamiyah Syafiiyah: “Pinjaman bergulir LPDB sangat terasa manfaatnya.”
Koperasi PP. Islamiyah Syafiiyah menyampaikan penghargaan kepada pemerintah, Kementrian Koperasi, serta LPDB yang telah memfasilitasi kegiatan ini sekaligus memberikan akses permodalan bagi koperasi yang sedang tumbuh.
Melalui perwakilannya, koperasi menyatakan bahwa program pinjaman bergulir LPDB sangat membantu dalam memperkuat perputaran modal dan skala usaha koperasi pesantren.
“Kami sangat mengapresiasi LPDB dan pemerintah yang telah menghadirkan bimtek ini. Bantuan modal usaha melalui pinjaman bergulir benar-benar memberi ruang bagi koperasi pesantren untuk tumbuh lebih kuat. Harapan kami, seluruh koperasi yang berbasis pesantren di Indonesia ke depan juga bisa mendapatkan kesempatan serupa,” jelas Siti Mahmudah mewakili koperasi.
Selain itu, melalui sesi diskusi dan pemaparan materi, para peserta mendapatkan wawasan baru terkait manajemen keuangan, peningkatan kapasitas pengurus, strategi kemitraan, hingga transformasi digital koperasi.
Membangun jejaring antar-Ormas Islam untuk ekonomi umat
Bimtek ini juga menjadi ruang pertemuan antar-koperasi Ormas Islam untuk membangun jejaring yang lebih terstruktur. Kolaborasi dianggap sangat penting di tengah tantangan ekonomi modern. Selain memperkuat kelembagaan koperasi, sinergi dengan Program Merah Putih diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Selama tiga hari kegiatan, peserta aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, dan menyusun rencana tindak lanjut untuk penguatan koperasi masing-masing.
Koperasi Islamiyah Syafiiyah menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berinovasi, dan memperluas jejaring guna menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya lingkungan pesantren.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...