JAKARTA – Iran memasuki babak politik krusial setelah televisi nasional mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Menyusul peristiwa tersebut, Majelis Ahli dijadwalkan segera bersidang untuk memulai proses pemilihan pengganti.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa mekanisme pergantian kepemimpinan telah diatur secara tegas dalam konstitusi negara tersebut.
“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.
Dalam siaran itu juga dijelaskan bahwa Ia memastikan proses itu tidak akan ditunda.
“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” ucap dia, menambahkan.
Sebelumnya, pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dari kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, Larijani menegaskan bahwa langkah militer tersebut bukan ditujukan kepada negara-negara tetangga. Ia menyampaikan bahwa sasaran Iran hanya pangkalan militer AS yang berada di kawasan tersebut dan bukan wilayah kedaulatan negara lain.
Situasi ini menempatkan Iran dalam momentum genting, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas politik domestik. Proses pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru oleh Majelis Ahli akan menjadi penentu arah kepemimpinan dan kebijakan strategis Iran ke depan di tengah eskalasi konflik regional.
Menyukai ini:
Suka Memuat...