JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Perempuan Bangsa mengecam keras dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh kiai pengasuh ponpes di Pati, Jateng. Perbuatan semacam itu merupakan tindak kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, yang akrab disapa Ninik, menegaskan setiap pelaku kekerasan seksual harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu. Ia menilai, kejahatan seksual bukan hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban.
“Ini tindakan biadab yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Siapa pun pelakunya harus diproses secara hukum dengan tegas. Kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan yang menghancurkan rasa aman dan masa depan korban,” ujar Ninik di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurut Ninik, kondisi psikologis korban perlu menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus ini. Karena itu, ia meminta negara hadir melalui layanan hukum, pendampingan psikologis, serta dukungan sosial agar korban tidak menghadapi tekanan seorang diri.
Ia menekankan, pendampingan yang komprehensif sangat mendesak dilakukan karena korban berpotensi mengalami guncangan mental berkepanjangan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk membantu korban bangkit dari trauma yang dialami.
Perempuan Bangsa juga menyatakan siap turun langsung untuk memberikan pendampingan kepada para korban. Organisasi tersebut berkomitmen mengawal proses hukum sekaligus memastikan hak-hak korban terlindungi selama penanganan perkara berlangsung.
Di sisi lain, Ninik mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan identitas korban. Menurut dia, penyebaran informasi pribadi korban justru dapat memperparah trauma dan menghambat proses pemulihan psikologis.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan pengguna media sosial, menahan diri untuk tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi sensitif lainnya. Perlindungan terhadap korban, kata dia, harus menjadi prioritas bersama agar proses penegakan hukum berjalan beriringan dengan pemulihan korban. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...