SERIKATNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mengantisipasi dampak La Nina pada pancaroba ini dengan mempersiapkan tim tangguh bencana. Juga menggelar sosialisasi peningkatan kewaspadaan kepada masyarakat setempat.
Musim penghujan saat ini dimungkinkan mengalami peningkatan intensitas curah hujan 20% sampai 70%. Hal itu terjadi dikarenakan adanya pengaruh fenomena La Nina atau fenomena alam yang menyebabkan cuaca curah hujan yang lebih tinggi.
Cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Sampang, Madura saja melainkan se-Jawa Timur. “Penghujan di Sampang diprediksi akan terjadi pada November mendatang. Sedangkan puncaknya Januari sampai Februari 2022,” kata Kepala BPBD Sampang, Asroni, Jumat 29 Oktober 2021.
Menurutnya, di tengah fenomena La Nina, di Kabupaten Sampang akan berpotensi terjadinya sebuah bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Bahkan, dirinya sudah melakukan pemetaan wilayah, di antaranya bencana banjir berpotensi melanda 4 kelurahan dan 7 desa di Kabupaten Sampang.
Kemudian bencana tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi seperti di Kecamatan Karang Penang dan Tambelangan. “Untuk angin puting beliung tidak bisa dipastikan, tapi kami tetap mengaca pada tahun sebelumnya,” terang Asroni.
Lebih lanjut, pihaknya berharap agar masyarakat tidak perlu risau atau khawatir akan fenomena La Nina, yang terpenting lebih meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, sejauh ini pemerintah daerah bersama pihak terkait sudah melakukan upaya antisipasi bencana.
“Kemarin dengan dipimpin Forkopimda, persiapan pasukan dan pengecekan segala peralatan sudah dilakukan,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News di wilayah Sampang, Madura
Menyukai ini:
Suka Memuat...