Connect with us

Sosial

Eva Sundari: Saatnya Mewujudkan Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa

Published

on

SERIKATNEWS.COM- Bertempat di Yonif 511 di Blitar, Eva Sundari, anggota Komisi XI DPR RI memberikan materi sosialisasi Pancasila di hadapan 300 an pelajar SMP dari Blitar, Tulungagung dan Kediri. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pendidikan Pancasila dan Bela Negara yang berlangsung pada Hari Rabu (15/8/18) dilaksankan oleh Kemendikbud yang bekerjasama dengan Mabes TNI AD.

“Banyak lembaga ekonomi internasional yang kredibel meramal bahwa di tahun 2045 Indonesia menjadi perekonomian terbesar ke lima di dunia. Ramalan itu harus menjadi mimpi kolektif kita semua. Sehingga, kita harus kerja keras mewujudkannya dengan Nasionalisme Pancasila sebagai sumber energy kita,” kata Eva Sundari. Dia melanjutkan bahwa Pancasila sudah terbukti menyelamatkan NKRI dari balkanisasi, ekstrimisme agama dan saatnya membuktikan bahwa Pancasila juga akan mengantar kita menuju pemenang dalam kompetisi kemakmuran.

Ketika sesi tanya jawab dibuka, para pelajar berebut kesempatan dan dengan kritis melempar pertanyaan, memberikan komentar bahkan memberikan pernyataan. Salah satu pertanyaan misalnya, “Kalau sudah ada Pancasila dan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama, mengapa masih ada hambatan bagi umat agama tertentu untuk mendirikan rumah ibadah?,”

Satu pelajar putri bahkan bertanya,”Pancasila adalah ideologi dan Dasar Negara bangsa, tapi mengapa masih saja ada orang yang mengingkari dan bahkan ingin menggantikannya?” Pelajar yang lain bahkan bertanya,”Jika Pancasila telah berhasil mengatasi Komunisme dan Ekstrimisme Agama, bagaimana Pancasila mengatasi ancaman bahaya faham Liberalisme?”

”Agar Pancasila efektif menggelorakan semangat nasionalisme maka Pancasila harus menjadi living ideology, atau ideologi yang hidup dalam sehari-hari. Nasionalisme akan memacu kita untuk menjadi bangsa linuwih, melalui kerja keras, inovasi, kreatifitas, untuk menjadi negara industri, negara produsen bukan konsumen,” jelas Eva Sundari. Dia menambahkan bahwa Pancasila tidak boleh hanya sebatas hapalan, dan hadir di kesadaran intelektual tapi harus sampai di tingkat afeksi dan psiko-motorik, yang ditandai dengan hilangnya kemiskinan karena semua warga sama-sama bekerja untuk mewujudkan keadilan sosial.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Hukum7 jam ago

Satlantas Jakarta Barat Bagikan Sembako pada Pengemudi yang Taat Lalu Lintas

SERIKATNEWS.COM – Operasi Zebra yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat kali ini berbeda dan unik daripada tahun...

Peristiwa8 jam ago

Warga Temukan Jasad Seorang Pria Tanpa Identitas Tergeletak Di Pinggir Jalan

SERIKATNEWS.COM – Penemuan jasad seorang pria tanpa identitas diduga berprofesi sebagai tukang ojek. Pria tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tewas...

Pariwisata8 jam ago

Nongkrong Asyik di Jogja Airport Resto

SERIKATNEWS.COM – Jogja Airport Resto menjadi restoran pertama di Indonesia dengan konsep mini bandara. Pengunjung bisa menikmati ragam kuliner dengan...

Ekonomi14 jam ago

Manfaatkan Limbah Perca, Produk Beny Tembus Pasar Jerman

SERIKATNEWS.COM – Apa yang terbesit dalam benak kita saat mendapati potongan-potongan kain yang sudah tidak berguna? Biasanya akan dibuang, menjadi...

Pendidikan16 jam ago

PUSPPA, Studi Pesantren sebagai Penjaga Moral Bangsa dan Dunia

SERIKATNEWS.COM – Pusat Studi Pesantren dan Pendidikan (PUSPPA) diharapkan bisa memberi manfaat luas bagi dunia. Pusat studi ini dapat terus...

Politik19 jam ago

Projo: Relawan Jokowi Punya Kompetensi Isi Komisaris dan Direksi BUMN

SERIKATNEWS.COM – Ormas Projo menanggapi perdebatan penunjukan jabatan komisaris BUMN untuk pendukung Presiden Joko Widodo. Sekretaris Jenderal Projo Handoko mengingatkan...

Peristiwa1 hari ago

Akibat Ditinggal Istri, Seorang Pria Depresi hingga Rusak ATM dengan Palu dan Obeng

SERIKATNEWS.COM – Seorang pria berinisial NH, sering bertingkah aneh sejak ditinggal pergi oleh istrinya. Pria tersebut merupakan warga Desa Tembokrejo,...

Populer