SERIKATNEWS.COM – Asisten Ahli Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Muhamad Sopian, menyebut generasi muda dinilai penting dalam keterlibatan proses Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.
“Jika melihat data Pemilu 2019, pemilih muda mencapai 30 persen dari daftar pemilih tetap (DPT). Angka jumlah pemilih muda tersebut bukanlah angka yang sedikit,” ujar Muhamad Sopian dalam Webinar Bincang Demokrasi “Sistem Kepemiluan Indonesia” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM-FKIP) Universitas Langlangbuana, Sabtu, 13 Agustus 2022.
Dengan jumlah tersebut, kata Sopian, peran generasi muda dalam proses Pemilu tentunya dibutuhkan, termasuk soal pengawasan dan pemantauan.
Menurut Sopian, generasi muda jangan hanya menjadi penonton. Generasi muda harus mampu menebar energi positif, khususnya dalam hal pelaksanaan pengawasan dan pemantauan Pemilu.
“Generasi muda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Generasi muda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa dengan ide-ide atau gagasan yang berilmu,” terang Sopian.
Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harus ikut andil dalam pengawasan dan pemantauan pada proses pelaksanaan pemilu. “Harapannya generasi muda terlibat dalam proses Pemilu yang menghasilkan kualitas dengan kepercayaan publik. Sehingga, jalan pemerintahan bisa berlangsung baik,” tandasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...