Kopri PB PMII Serukan Damai Pasca-Pemilu

31
PBPMII
Ilustrasi (serikatnews.com)

SERIKATNEWS.COM – Kopri PB PMII bersama Jaringan Muda Ketahanan Nasional (Jamtanas) merasa perlu menjadi bagian dari rekonsiliasi pasca-Pilpres dan Pileg 2019. Pemilu serentak sebagai hajatan bangsa Indonesia berjalan damai dengan catatan-catatan khusus seperti banyaknya petugas KPPS yang jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Dengan menghadirkan Talk Show bertema “Peace As A Value”, yang berjalan kritis dialogis di lantai dua (2) hotel Max One Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, dosen muda Universitas Negeri Jakarta, Dianta Sebayang mengatakan bahwa berbicara tentang perdamaian adalah pilihan. Dalam konteks pilpres bisa terlihat mana pendukung yang hobi bully, mana yang lebih banyak diam, mana yang bisa menerima hasilnya dan mana yang buru-buru menggiring opini, sementara hasil resmi dari  KPU belum diumumkan.

“Jangan sampai hanya gara-gara tingkah laku segelintir orang bisa mengakibatkan kegaduhan dan kecemasan bagi masyarakat”, ujar Dianta.

Luluk Fadila selaku moderator talk show, membeberkan fakta konten media sosial yang masih diwarnai hoaks, hate speech hingga caci maki antar pendukung palson.

“Ini memprihatinkan. Pemilu usai, dan kita sebagai pemuda mempunyai tanggung jawab juga dalam menjaga perdamaian di negara kita,” ujarnya.

Mengenai kegaduhan di sosial media, Alwan Ola Riantobi menyayangkan ketidakdewasaan para elite politik yang tidak terima lantaran jagoan yang digadang-gadang tak kunjung unggul quick qount berdasarkan rilis lembaga survei kredibel di Indonesia.

“Jadi sangat perlu perdamaian dan nilai-nilainya ini kita kampanyekan ke seluruh pemuda dan masyarakat Indonesia, budaya toleransi saya rasa perlu ditekankan  kembali, dengan harapan prediksi para kaum pesimis akan dentuman besar pasca 17 April 2019 adalah salah kaprah,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi yang dipimpin langsung oleh Sekjen Kopri PB PMII, Nurma Ningsih. Berikut ini poin dari Deklarasi Damai Pasca Pemilu:

  1. Kami Generasi Muda Indonesia sepakat, bersama-sama akan menerima siapapun Presiden dan Wakil Presiden serta DPR yang nantinya akan ditetapkan oleh KPU.
  2. Kami generasi muda Indonesia menyerahkan dan percaya sepenuhnya penyelenggaraan pemilu serentak 2019 kepada KPU sebagai lembaga independen.
  3. Kami generasi muda Indonesia sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif pasca pemilu serentak demi terwujudnya Indonesia yang damai, bermartabat dan demokratis.
Baca Juga:  Badan Ekonomi Kreatif Kembangkan Merek Produk Lokal Salatiga