Peserta Sayangkan Pengamanan Kongres PMII XIX Represif
Penulis: Serikat News
Jumat, 19 Mei 2017 - 17:18 WIB
Foto: memet
Foto: memet
Palu, SERIKATNEWS.COM – Sekitar pukul 15.00 WITA, di halaman Masjid Agung Darusalam Palu, tampak sedang berlangsung apel upacara yang dilakulan oleh aparat keamanan yang terdiri dari pihak kepolisian dan tentara. Jelang beberapa waktu kemudian, sekelompok peserta kongres melakukan aksi tepat di depan pintu kongres.
Aksi demonstrasi yang digelar berlansung tidak lebih dari dua puluh menit. Pasalnya, ketika masa aksi melakukan serentetan orasi pihak keamanan–kepolisian–langsung memaksanya bubar.
Kejadian ini sangat disayangkan oleh peserta yang lain, karena dinilai pihak panitia maupun Pengurus Besar PMII terlalu menekan suara peserta kongres.
“Setiap peserta kan berhak menyalurkan aspirasi dengan model apapun. Toh, tadi saya lihat tidak anarki kok,” ungkap Aka, saat kami temui (19/5).
Adapun tuntutan masa aksi adalah untuk perbaikan PMII ke depan, seperti pihak PB PMII harus memperhatikan seluruh elemen PMII se Nusantara. “Tuntutan mereka tidak berbau anarki kok. Malah menghendaki perbaikan. Saya rasa konggres kali ini terlalu berlebihan dan represif,” lanjutnya kecewa.
Kongred ke-19 yang digelar di Palu ini memang diwarnai polemik. Selain pembacaan Tata Tertib Sidang yang dinilai menguntungkan salah satu calon dan pernyataan Aminuddin Maruf–Ketua PB PMII–yang melukai perasaan masyarakat Palu. (Met)
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan
JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja tidak hanya mengandalkan ijazah.
GROBOGAN — Upaya mengintegrasikan pembangunan lingkungan dan ekonomi desa mulai diwujudkan melalui gerakan penanaman alpukat yang diinisiasi Ikatan Pemuda Penggerak