SAMPANG – Seorang petani di Dusun Nungkesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, meninggal dunia setelah diduga dianiaya pada Rabu (30/9/2026) pagi. Korban, Nimo (70), mengalami luka serius pada bagian rahang sebelah kiri setelah dianiaya oleh terduga pelaku IH dengan besi berupa linggis.
Kasi Humas Polrea Sampang AKP Eko Puji Waluyo menjekaskan Peristiwa tersebut terjadi bermula saat korban baru saja selesai minum kopi. Korban kemudian pergi ke kandang kambing untuk memberi makan hewan ternaknya.
“Saat berada di lokasi, korban diduga didatangi IH, seorang petani yang juga tinggal di Dusun Nungkesan,” katanya, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, IH diduga memukul korban menggunakan linggis. Pukulan tersebut mengenai bagian rahang sebelah kiri hingga korban terjatuh.
Melihat kejadian itu, anak terduga pelaku berinisial S disebut berusaha melerai. Sementara anak korban, berinisial SM, langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke puskesmas.
Korban kemudian mendapat penanganan medis. Luka robek pada bagian rahang sebelah kiri harus mendapatkan jahitan.
“Saat itu kondisi korban terus memburuk dan sekitar 10.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima anggota Polsek Sokobanah sekitar 13.30 WIB. Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan penyelidikan.
Polisi memasang garis polisi, membuat sketsa tempat kejadian perkara, memeriksa korban serta meminta keterangan sejumlah saksi. “Motif di balik dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan,” tutur AKP Eko.
Di samping itu, petugas juga melakukan koordinasi dengan Satreskrim dan tim Identifikasi Polres Sampang untuk mendalami perkara tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku IH guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News di wilayah Sampang, Madura