PROBOLINGGO – Kegiatan Ramadan Fest, War Takjil, dan Pasar Murah 2026 di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani memicu perbincangan di kalangan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Probolinggo.
Acara tersebut yang digelar di Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Tisnonegaran, sejak Sabtu (21/2/2026) itu menuai sorotan terkait tarif sewa lapak.
Informasi yang beredar menyebutkan biaya sewa satu lapak mencapai Rp1 juta. Sewa tersebut berlaku untuk 22 hari pelaksanaan, dari 21 Februari hingga 14 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas yang disediakan berupa tenda ukuran 3×3 meter dan sambungan listrik. Namun sejumlah pedagang mengaku keberatan dengan nominal tersebut.
Mereka menilai tarif perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Apalagi daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih.
Ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo, Munadi, menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya bazar Ramadan difasilitasi tanpa biaya pendaftaran oleh DKUPP.
“Tahun sebelumnya bazar Ramadan difasilitasi tanpa biaya pendaftaran oleh DKUPP. Meski demikian, hasilnya belum maksimal, termasuk saat digelar di alun-alun kota,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Ramadan Fest di GOR Ahmad Yani, Munadi menegaskan paguyuban tidak terlibat.
“Terkait bazar Ramadan di GOR A. Yani, silakan langsung tanya ke pihak EO, kami tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Elok selaku pihak Event Organizer (EO) melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons.
Polemik tarif sewa ini pun menjadi perhatian di kalangan PKL. Sejumlah pedagang berharap ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menyukai ini:
Suka Memuat...