SUMENEP – Jagat maya dihebohkan oleh unggahan video viral yang memperlihatkan ketegangan antara pihak keluarga pasien dengan tenaga medis di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep. Pihak keluarga melayangkan protes keras dan menduga adanya kelalaian fatal dalam penanganan medis hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.
Berdasarkan rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @patah.tpi.kuat, perselisihan bermula saat perwakilan keluarga mempertanyakan kondisi pasien yang tiba-tiba memburuk usai menerima suntikan obat. Padahal sebelum tindakan tersebut, kondisi pasien sempat membaik, bahkan sudah diizinkan pulang oleh dokter.
“Pas setelah disuntik langsung keluar busa sama liur banyak dan kejang-kejang,” tulis pemilik akun dalam kolom komentar video tersebut.
Keluarga menyayangkan sikap perawat yang dinilai tidak responsif saat pasien mengalami fase kritis. Mereka mempertanyakan mengapa saluran infus dimatikan dan pasien ditinggalkan begitu saja dalam kondisi darurat.
“Mbak, dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lalu mbak tinggalkan?” cecar seorang pria yang merupakan keluarga pasien dalam rekaman tersebut. “Pasien dalam keadaan muntah, mbak tinggalkan? Maksud mbak gimana jadi perawat? Ayo jawab!” lanjutnya.
Mendapat desakan tersebut, perawat berbaju biru dengan kerudung abu-abu yang didampingi petugas keamanan mencoba memberikan penjelasan terkait prosedur pemberian obat yang dilakukannya. Ia berdalih telah memberikan obat sesuai dengan keluhan sakit pasien secara bertahap.
“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya, sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” ujar perawat tersebut dalam rekaman video.
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien memang dijadwalkan menerima obat pereda nyeri perut sekitar pukul 17.00 WIB.
Meski demikian, pihak keluarga tetap menaruh kecurigaan besar bahwa ada kesalahan prosedur medis atau salah pemberian jenis obat yang memicu reaksi kejang mendadak pada tubuh pasien.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen RS BHC Sumenep belum memberikan keterangan resmi atau rilis pers untuk mengklarifikasi jenis obat yang disuntikkan, kronologi penanganan internal, maupun penyebab pasti di balik kematian pasien tersebut.
Awak media serikatnews.com akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak RS BHC Sumenep, guna mendapatkan keterangan dan berita yang berimbang.