Intimidasi di CFD, Rumah Gerakan 98 Polisikan Penyelenggara

346

JAKARTA, SERIKATNEWS.COM – Rumah Gerakan 98 akan melaporkan peristiwa intimidasi yang dilakukan oleh relawan #2019GantiPresiden terhadap masyarakat yang mengenakan kaos  #DiaSibukKerja saat event Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (29/4), ke Polda Metro Jaya, dalam waktu dekat.

Hal tersebut diungkapkan aktivis Rumah Gerakan 98 John Irvan. Menurutnya cara-cara intimidasi dalam acara tersebut menunjukkan ada yang berupaya tengah mengkondisikan gesekan horizontal menuju pilpres 2019. “Seolah-olah acaranya dibatalkan, tapi pengkondisian penyelenggaraan tetap berjalan diam-diam. Ini berbahaya,” ujarnya. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi laporan. John Irvan berharap polisi mengambil langkah tegas atas perustiwa tersebut agar elit politik tidak melakukan provokasi di masyarakat. “Lihat saja pernyataan Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik yang permisif terhadap aksi intimidasi tersebut. Ini menunjukkan aksi provokatif #GantiPresiden2019 terhadap seorang ibu yang tengah bersama anaknya, adalah sistematik untuk membuat keresahan di masyarakat,” paparnya.

Warga yang menggunakan kaus “Dia Sibuk Kerja” bertemu dengan warga yang menggunakan kaus “2019 Ganti Presiden” bertemu dalam Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 29 April 2018. ANTARA/Aprillio Akbar

Rumah Gerakan 98 akan melaporkan panitia penyelenggaraan kegiatan tersebut ke Polda Metro Jaya. Menurut John Irvan, hal tersebut agar menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk saling menghargai walau pun berbeda pandangan politik. Ia meyakini ini merupakan peristiwa yang bertujuan mematangkan kondisi politik jelang 2019. “Disini peran penting polisi untuk bertindak.”

John Irvan meminta agar polisi mengusut tuntas aksi provokasi terhadap warga di acara Car Free Day, Minggu (29/4). Karena jika dibiarkan, kejadian-kejadian serupa akan banyak terjadi, “pelaku meniru cara-cara intimidatif seperti yang terjadi saat pilkada DKI Jakarta. Kami melihat skenario ini masih disutradai kelompok politik yang sama,” tutup John Irvan

Baca Juga:  SETARA Institute Menyambut Baik Keinginan Kapolri Membubarkan HTI