SERIKATNEWS.COM – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengirim sebanyak 45 mahasiswa yang diseleksi dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar teknologi ke Tiongkok. Studi banding ini akan dilakukan mulai tanggal 15 sampai tangggal 21 Juni 2019.
Nasir mengatakan, kunjungan ke negara dengan teknologi maju ini merupakan kunjungan perdana mahasiswa Indonesia. Terpilihnya Tiongkok karena respons cepat yang diberikan duta besarnya saat berdialog beberapa waktu lalu.
Selain itu, Tiongkok saat ini berkembang sangat cepat jika dilihat dari perspektif pertumbuhan ekonomi dan pengembangan Iptek dan Inovasi yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan Iptek dan Inovasi di Indonesia, maupun bagi negara lain di dunia.
“Kita (Indonesia) harus menyiapkan diri. Bangsa Indonesia tidak bisa lagi hidup protektif maupun ekslusif. Tidak ada satupun negara di dunia yang tidak bekerja sama dengan mitra internasional karena kita hidup berdampingan di bumi ini. Negara Indonesia tidak bisa menolak kecepatan dan atau kemajuan teknologi, karena kita akan terisolir dalam kehidupan yang statis dan tidak berkembang jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman,” ujar Nasir usai dialog Pelepasan Delegasi Mahasiswa Indonesia Kunjungan ke Tiongkok oleh Kemristekdikti, di Ibis Hotel, kawasan Bandara Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Jumat (14/6/2019).
Ia juga menambahkan, selama ini masih terjadi proses komunikasi kurang baik sehingga banyak hal yang belum diketahui oleh semua orang tentang Tiongkok. Salah satunya tentang kemajuan teknologi yang begitu pesat. Oleh sebab itu, ia mengirim mahasiswa Indonesia dari berbagai program studi (prodi) untuk melihat dan belajar secara langsung tanpa adanya informasi asimetris atau informasi yang kurang lengkap.
“Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja saya ke Tiongkok di Bulan April 2019 dan pertemuan saya dengan Dubes Tiongkok pada beberapa waktu yang lalu. Kemristekdikti telah menjalin kerja sama aktif dengan Tiongkok sejak Tahun 2015, dan diwujudkan dengan berbagai kerja sama di bidang Iptek, Inovasi dan Pendidikan Tinggi,” imbuh M Nasir.
“Beberapa contoh kerja sama Iptek, antara lain adalah antara Tsinghua University dan Batan Indonesia untuk HTGR (High Technology Gas Cooled Reactor), kerja sama pengembangan teknologi kereta cepat, kerja sama bioteknologi, disamping kerja sama pertukaran pelajar seperti kali ini,” ujar mantan rektor Univeristas Diponegoro (Undip) ini.
Selain untuk mempelajari teknologi, mereka diharapkan dapat mempelajari kebudayaan Tiongkok dan juga menikmati keindahan alam serta keramahan masyarakat di Tiongkok.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...