SERIKATNEWS.COM – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Studi Advokasi Kebijakan dan Anggaran (SAKA) Indonesia rupanya mendekam rasa kecewa atas aksi demontrasi pada Selasa (30/7/2024) di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Pasalnya, pancang aspirasi yang targetnya tersampaikan secara langsung kepada Bupati Fauzi, malah berbanding terbalik dari hasrat yang diinginkannya.
Bupati Fauzi yang kini menjadi pimpinan tertinggi di Kabupaten Sumenep seolah-olah anti terhadap rakyat yang bermaksud menyampaikan aspirasi. “Padahal surat aksi (SAKA) sudah tersampaikan beberapa hari yang lalu, lengkap dengan tujuan surat tersebut yakni kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo,” kata Miftahul Arifin, koorlap aksi.
Namun demikian, lanjut Miftah, iktikad baik SAKA malah dikecewakan dan tidak ditemui oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. “Kami kecewa berat atas sikap Bupati Fauzi yang enggan menemui saat gelar demonstrasi berlangsung dan seolah-olah Bupati Fauzi anti terhadap massa aksi (SAKA),” ujarnya.
Atas rasa kekecewaan tersebut, pria yang kini aktif sebagai Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tersebut berbelot haluan untuk tidak lagi memilih pemimpin layaknya Bupati Fauzi. “Jangan pernah bermimpi meminta amanah rakyat untuk mendapat dukungan kembali di kontestasi Pilkada serentak 2024,” tegasnya.
Ia berjanji akan kembali memancangkan aksi lanjutan di depan kantor Pemkab Sumenep dengan massa yang lebih banyak. “Ya kami akan melakukan aksi lagi bersama teman-teman dengan massa aksi yang lebih banyak, tunggu saja,” kecamnya.
Sementara dalam gelar aksi tersebut, SAKA menuntut dua hal:
- Evaluasi seluruh OPD di Kabupaten Sumenep, oleh karena sumbatan serapan APBD tentu dilandasi oleh tidak primanya kinerja OPD di bawah Pimpinan Fauzi-Eva. Serta memungkinkan bahwa penempatan Pimpinan OPD pada setiap bidang tidak didasari oleh kemampuan dan latar pengetahuan yang sesuai.
- Jika tidak mampu menyelesaikan tersumbatnya serapan APBD yang sangat merugikan masyarakat Sumenep pada realisasi Belanja Daerah 2024 nanti, maka sebaiknya tak usah bermimpi untuk kembali meminta amanat rakyat guna kembali memimpin Kabupaten Sumenep.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...