SERIKATNEWS.COM – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi virus korona mengalami hambatan berupa keterbatasan kuota internet. Tidak sedikit kalangan yang merasa keberatan karena harus membeli kuota internet di saat krisis seperti saat ini.
Internet menjadi kebutuhan sekaligus kecemasan bagi masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah.
“Dari semua kecemasan sudah jelas nomor satu itu apa, pulsa, pulsa, pulsa. Data, data, data,” kata Nadiem.
“Selama ini kami sudah lakukan perjuangan internal untuk bisa mendapatkan anggaran tambahan, anggaran baru untuk bisa menjawab kecemasan masyarakat nomor satu di saat ini,” tuturnya.
Nadiem Makarim akan membelikan kuota internet kepada siswa sebesar 35 gigabyte perbulan dan guru 42 gigabyte per bulan. Kebijakan itu akan dilakukan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Selain itu, mahasiwa dan dosen juga akan diberikan kuota internet sebanyak 50 gigabyte per bulan. Rencana itu dipaparkan Nadiem saat rapat bersama Komisi X di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).
Bantuan kuota internet akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Nadiem mengatakan bahwa pihaknya sedang mengurus pencairan dana agar bisa dilakukan secepat mungkin.
Rincian anggaran untuk bantuan kuota internet dialokasikan sebanyak Rp7,2 triliun untuk periode waktu September-Desember 2020. Namun, sejauh ini Nadiem belum menjelaskan bagaimana kuota internet gratis akan diberikan.
Nadiem mengatakan bahwa anggaran untuk membelikan internet kepada pelajar dan pengajar telah disetujui. Ia juga akan menggunakan Rp1,7 T untuk tunjangan profesi para pengajar.
Dengan begitu, bakal ada Rp9 T yang dipakai Nadiem untuk menunjang pelaksanaan PJJ.
Menyukai ini:
Suka Memuat...