JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa kejadian banjir dan angin kencang masih menjadi bencana yang paling dominan di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 14–15 April 2026.
Dalam laporan resminya, BNPB mencatat banjir terjadi di Surakarta akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Kali Jenes hingga merendam permukiman di delapan kelurahan dan tiga kecamatan. Sebanyak 715 kepala keluarga terdampak, dengan 109 jiwa harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.
Tim dari BPBD setempat telah melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Hingga kini, kondisi banjir belum sepenuhnya surut dengan ketinggian air mencapai 50–80 cm, sementara hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat.
Bencana serupa juga melanda Kabupaten Muara Enim, di mana 652 kepala keluarga terdampak akibat luapan Sungai Aur. Meski demikian, air dilaporkan telah surut setelah sekitar 10 jam, dan aktivitas warga kini mulai kembali normal.
Selain banjir, BNPB juga mencatat kejadian angin kencang di beberapa daerah. Di Kabupaten Pesawaran, sebanyak 18 rumah mengalami kerusakan, sementara di Kabupaten Halmahera Selatan, angin kencang merusak puluhan rumah dengan rincian 20 rusak berat, 4 rusak sedang, dan 19 rusak ringan. Sebanyak 21 kepala keluarga di wilayah tersebut dilaporkan mengungsi.
Merespons kondisi tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim hujan ke kemarau.
“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan rencana darurat sebagai langkah kesiapsiagaan,” demikian imbauan BNPB dalam siaran persnya.
Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk memantau ketinggian air secara berkala serta melakukan evakuasi mandiri jika hujan deras berlangsung dalam durasi panjang.
Menyukai ini:
Suka Memuat...