Sudah 9 bulan masa wabah berlangsung dan mengubah banyak keseharian masyarakat Indonesia. Kerja dari Rumah (Work From Home) dan Sekolah dari Rumah (School From Home) adalah kegiatan daring para pekerja dan siswa untuk menghindari pertemuan dengan orang lain secara langsung yang mungkin menularkan virus Covid-19. Pelbagai peraturan juga diterapkan secara ketat, sehingga berefek pada kegiatan perdagangan dan roda perekonomian.
Yang cukup terdampak dari penerapan peraturan, seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah para pekerja lepas dan seniman jalanan. Larangan untuk tidak beraktivitas di luar rumah, ataupun peraturan bermasker dengan denda yang cukup besar bila melakukan pelanggaran, menjadi momok bagi seniman melakukan pertunjukkan. Pun mereka dapat mencoba untuk mengetuk warung-warung ataupun rumah-rumah warga, hal itu menjadi kesia-siaan karena masyarakat cenderung menutup pintu karena ketakutan akan penularan Corona.
Upaya yang kemudian bisa dilakukan adalah mencoba untuk tampil daring, melalui berbagai kanal media sosial. Namun ternyata itu bukan pilihan yang mudah karena memerlukan banyak prasyarat semisal kuota internet yang mencukupi dengan jaringan yang mumpuni, peralatan rekam yang canggih dan ruang khusus yang menunjang kualitas suara dan penampilan. Itu semua memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan belum menjamin banyaknya penonton daring yang ikut serta.
Bila seorang artis terkenal bisa mendulang jutaan rupiah dari programnya di media sosial, seorang seniman jalanan harus berjuang keras mendapatkan ratusan pengunjung yang bersedia mendengarkan, berlangganan, memberi tanggapan dan menyebarkan. Dari viralnya pertunjukkan yang ia lakukan lah, ia baru mendapat iklan yang akan memberinya uang. Usaha keras yang dilakukan dan biaya yang dikeluarkan tidak sepadan dengan hasil yang didapat dari tayangan online. Hal ini seyogyanya menjadi perhatian pemegang kebijakan dan juga masyarakat.
Pemegang kebijakan dan/atau masyarakat setidaknya bisa memberikan bantuan finansial bagi paguyuban seniman jalanan agar mereka bisa membeli peralatan yang diperlukan untuk tampil daring. Setelah melakukan perekaman dan tayangan, masyarakat juga bisa berkunjung dan membantu memberi komentar perbaikan atau pujian sebanyak-banyaknya agar iklan bisa masuk. Bila perlu, artis-artis terkenal turun membantu mendorong agar para seniman jalanan bisa dikenal luas.
Seiring dengan perjalanan wabah yang kian membaik, hendaknya para pemegang kebijakan melakukan pelonggaran peraturan dan menyebarkan informasi-informasi yang penuh harapan sembari mengendalikan sebaran ketakutan. Keadaan normal baru harus segera diterapkan sehingga perekonomian bisa kembali menggeliat. Penyelenggaraan panggung-panggung seni dengan penonton terbatas sudah harus dirancang. RPTRA-RPTRA dan taman-taman kota bisa diberdayagunakan dengan pengaturan jarak dan jumlah penonton yang bisa ikut serta, dengan menerapkan penggunaan pelindung wajah.
Masyarakat juga diharapkan bisa mengurangi ketakutan dan mencari informasi tambahan mengenai ciri dan sifat persebaran virus Covid-19. Dengan memahami kondisi secara komprehensif, keputusan dan tindakan bisa diambil dengan akal sehat, bukan karena kepanikan. Pemanfaatan media sosial untuk mencari informasi sebaiknya dilakukan secara selektif hanya untuk mendapatkan penjelasan yang positif dan membangun harapan. Dengan demikian, kondisi wabah ini akan segera berlalu, dan kita bisa menjalani kehidupan normal kembali.
Menyukai ini:
Suka Memuat...