SERIKATNEWS.COM – Gus Muhammad Saiful Waton mengatakan bahwa pemuda yang kurang paham dengan NU jika ada diskusi tentang NU hanya bisa debat kusir, tanpa mengetahui makna dan tujuan NU itu sendiri. “Ini sungguh ironis,” katanya, Senin (29/9/2020).
Gus Muhammad Saiful Waton mengatakan penting perkumpulan antar komunitas pemuda ini dilakukan. Harapannya, kata dia, perkumpulan ini bisa memberikan pemahaman yang kuat tentang NU itu sendiri. Di samping itu, bersama berjuang untuk mengabdi kepada umat dan bangsa melalui NU.
Dengan kata lain, menurut Ketua MWC NU Glenmore, pemuda yang aktif di organisasi NU semata-mata supaya diakui sebagai murid Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama).
Di sampung itu, ketua GP Ansor Ranting Tulungrejo Muhammad Aqil menjabarkan mengenai Ansor. Menurutnya, Ansor hanya sekedar nama melainkan Ansor ini diserap dari bahasa Arab, yang artinya “penyelamat”. Lebih jauh lagi, sebetulnya kata itu diserap dari kaum Ansor yang pernah mendukung atau penyelamat Nabi Muhammad Saw.
“Ansor dalam konteks sekarang sebagai penyelamat para ulama dan kiai di Indonesia. Jadi, Ansor adalah abdi dari para kiai dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sejauh ini, GP Ansor Ranting Tulungrejo sudah bersinergi dengan lembaga di bawah NU lainnya, misalnya dengan MWC NU Glenmore dan LAZIZNU Ranting Tulungrejo. Tak hanya itu, menurut Aqil, kita sudah bersinergi dengan aparat Desa Tulungrejo.
Dengan terjalinnya sinergitas ini, lanjut Aqil, ruang gerak lebih luas lagi dalam tolong menolong dalam mewujudkan desa lebih baik, lebih spesifik lagi, yakni merawat kebhinekaan di Desa Tulungrejo.
Mengamini kedua pendapat di atas, Ketua Ikatan Santri al-Falah Kabupaten Banyuwangi (Islah) Iqbal mengatakan, terjalinnya sinergitas ini dapat membantu komunitas-komunitas yang ada di desa Tulungrejo menebarkan paham ke-NU-an di lingkungan komunitas pemuda.
“Jika memang tidak bisa membantu, minimal tidak membuat masalah atau membikin gaduh di lingkungannya,” katanya.
Pentingnya sinergi antar komunitas pemuda yang ada di Desa Tulungrejo bisa saling tolong menolong dalam menyelesaikan semua bentuk permasalahan, baik permasalahan di ranah pemerintah, sosial, budaya, ekonomi, dan agama.
Penulis alumnus Program Studi Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Juga, peneliti pada The al-Falah Institute Yogyakarta.
Menyukai ini:
Suka Memuat...