SERIKATNEWS.COM- Sandal Upanat merupakan nama sandal yang diambil dari relief Candi Borobudur nomor 150 yang tergambar dalam sandal tersebut. Sandal ini rencananya akan diwajibkan bagi pengunjung yang akan menaiki candi.
Balai Konservasi Borobudur (BKB) menjelaskan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi dan melestarikan bebatuan candi. Penggunaan sandal upanat dapat mengurangi keausan bebatuan candi yang diakibatkan gesekan pasir yang banyak dibawa alas kaki dari pengunjung.
“Sebelumnya kami pernah mengupayakan pengurangan keausan batu candi dengan melapisi tangga candi dengan kayu, selain itu kami juga pernah mencoba dengan melapisi karet. Kedua bahan tersebut akhirnya dilepas karena alasan keselamatan pengunjung,” kata Kepala BKB, Wiwit Kasiyati, Selasa 18 Januari 2022.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian sejak lama untuk mengurangi keausan batu candi. Kajian bahkan sudah dilakukan jauh sebelum Candi Borobudur dijadikan sebagai destinasi pariwisata prioritas. Menurut kajian yang dilakukan dari 34 tahun yang lalu grafik keausan candi terus meningkat setiap tahunnya.
“Rencananya pembelian sandal upanat akan disatukan dengan pembelian tiket sekaligus pemandu. Jadi, harga tiket akan berbeda antara pengunjung yang akan naik ke candi dengan pengunjung yang hanya di pelataran candi saja,” jelasnya.
Untuk harga yang akan ditetapkan masih dilakukan pengkajian, dengan harapan yang naik ke candi merupakan pengunjung yang ingin tau value candi sebagai warisan dunia, bukan hanya selfie dan foto-foto saja. Ia menambahkan diberlakukannya penggunaan sandal masih menunggu arahan dari Dirjen Kemenparekraf.
Di sisi lain, Edy Setijono selaku Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) mengusulkan, pengunjung yang diperbolehkan masuk di struktur candi dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, tamu negara yang sifatnya official kenegaraan dengan level tertentu. Kedua, perayaan keagamaan yang sifatnya nasional seperti Waisak. Ketiga, kunjungan terbatas dengan kuota berbayar khusus.
“Kuota berbayar sebanyak 20 persen dialokasikan untuk kunjungan pelajar dan tetap diberikan dispensasi,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News Magelang
Menyukai ini:
Suka Memuat...