SERIKATNEWS.COM – Pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis pertalite dan solar pada Sabtu (3/9/2022) lalu. Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter.
Solar naik dari Rp5.100 menjadi Rp6.800 per liter. Sedangkan harga BBM non subsidi jenis pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Setelah BBM naik, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Jakarta Selatan masih stabil. Kenaikan harga BBM belum berpengaruh terhadap harga pangan.
Harga minyak goreng curah di Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan, per Selasa 6 September 2022, masih di level Rp14 ribu per liter atau Rp15 ribu per kilogram (kg). Harga tepung terigu masih dijual dengan harga Rp10 ribu per kg.
“Harga telur malah turun dari Rp31 ribu menjadi Rp29 ribu per kg. Penurunan harga pangan ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu,” tutur seorang pedagang di pasar tersebut, Iwan (32), seperti dilansir CNN Indonesia.
Menurut Iwan, harga telur memang naik-turun secara periodik. Harga telur sata ini dari peternak sudah lebih murah.
Seorang pedagang daging sapi, Deni (39) menuturkan harga daging masih stabil atau belum terpengaruh kenaikan harga BBM. “masih di Rp125 ribu per kg,” kata Deni.
Menurutnya, penjualan daging masih normal. Dalam sehari, bisa menjual 10 kg daging sapi segar.
Harga bawang merah juga masih di level Rp30 ribu per kg. Sementara bawang putih Rp25 ribu per kg.
Selain itu, terdapat beberapa komoditas pangan yang naik, akan tetapi sudah terjadi sebelum harga BBM naik. Misalnya daging ayam rata-rata naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per ekor. Harga untuk ayam ukuran besar naik dari Rp38 ribu menjadi Rpp40 ribu.
Kemudian harga cabai merah keriting juga naik dua kali lipat, dari Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah naik dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...