Menko Polhukam : Kampus Harus Berperan Membendung Ideologi Anti-Pancasila
Penulis: Serikat News
Kamis, 4 Mei 2017 - 11:56 WIB
Foto: Humas Kemenko Polhukam
Foto: Humas Kemenko Polhukam
JAKARTA, Serikatnews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto meminta akademisi untuk ikut berperan dalam membendung perkembangan ideologi anti-Pancasila di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, saat ini ada kecenderungan bahwa kampus menjadi sasaran dari pembinaan yang dianggap dapat menimbulkan ancaman baru di Indonesia.
“Ada satu masukan-masukan yang berbicara masalah ideologi Negara, padahal sudah kita sampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara, NKRI sudah harga mati. Itu bukan hanya slogan tetapi sesuatu yang sangat fundamental karena menjadi bagian dari Undang-Undang Dasar yang kita sepakati bersama,” kata Menko Polhukam Wiranto dalam acara coffee morning di ruang Nakula Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (4/5).
Menurut Wiranto, kebebasan akademis saat ini seharusnya diarahkan untuk membangun kualitas kebangsaan demi meningkatkan daya saing global. Dia menerangkan, energi kampus harus fokus untuk mengantisipasi kepentingan-kepentingan jangka panjang.
“Kita sedang menghadapi semangat munculnya energi baru yang harus kita berikan satu koridor, kita berikan satu arah untuk perkuat idelogi negara, bukan ideologi lain. Sebab, kalau ideologi lain yang muncul akan terjadi satu benturan yang akan menimbulkan kekacauan, sehingga akan menimbulkan instabilitas yang berakhir pada kerugian kita sebagai bangsa dalam bersaing,” kata Wiranto. (Arif K Fadholy)
JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan
BEKASI —Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
Probolinggo – Meski statusnya sudah dinaikkan atau menetapkan sebagai tersangka, namun Polres Probolinggo tidak melakukan penahanan kepada Kepala Desa (Kades)
JAKARTA – Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menegaskan pentingnya peran pers berkualitas dalam menjaga nalar publik dan memperkuat demokrasi,
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar