SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Usaha Milik Petani PT. Permata Indah Rubaru sukses melakukan ekspor Bawang Merah Goreng untuk pertama kalinya ke negara Belanda. Ekspor perdana ini merupakan output Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland Project) di Kabupaten Sumenep.
Turut hadir dalam acara pelepasan itu, Bupati Sumenep, Sekda, Kepala DKPP, perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan Forkopimda dan perwakilan petani bawang merah di Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumenep, Jalan Dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu, bulan Oktober lalu.
Kemudian PT. Ben Helen selaku trading (pengusaha Belanda), perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) dan beberapa Dinas Pertanian dari beberapa kota yang turut hadir secara virtual.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, ekspor perdana bawang merah goreng ini sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyejahterakan petani. Tidak hanya itu, melalui Upland Project dari Kementan ini diharapkan dapat memberikan ruang harapan baik kepada petani.
“Melalui Upland Project diharapkan mampu memberikan dorongan komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Proyek percontohan,” ungkap Bupati Fauzi.
Bahkan, Bupati menceritakan jika ekspor bawang merah goreng dari petani Rubaru ini sudah melalui beberapa tahapan. Mulai dari timnya yang membawa produk ke beberapa pengusaha di Belanda hingga melakukan tes market.
“Kita bawa produk ini ke pengusaha di Belanda. Lalu mereka kemari membawa beberapa produk untuk melakukan tes market. Ternyata responnya baik, maka kemudian dilanjutkan dengan MoU,” jelasnya.
Perjanjian kerja sama yang dimaksud yakni Pemkab Sumenep melakukan kontrak selama 5 tahun dengan Ben Helen Trading selaku pengusaha di Belanda untuk ekspor produk. “MoU selama 5 tahun atau sesuai kebutuhan dengan total penjualan USD 400.000,” ungkap Bupati.
Besar harapan, Bupati menginginkan produk bawang merah goreng ini benar-benar diminati di Belanda karena jika hal itu terjadi maka akan semakin mempermudah masuk pasar Eropa dan lainnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kementan, Rahmanto, yang mengikuti acara pelepasan secara virtual menyampaikan, Program Upland Project dari Kementerian pertanian bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pertanian di dataran tinggi agar lebih komprehensif, mulai dari pengembangan hortikultura, dan tanaman pangan.
“Melalui Upland Project dapat memberikan dampak positif seperti mampu swasembada bawang,” paparnya.
Untuk mendorong hal itu, Kementan memberikan bantuan infrastruktur lahan, irigasi bahkan jalan usaha tani, embung pompa. Semua itu dalam rangka mendorong peningkatan produksi.
“Kegiatan Upland bertujuan pula untuk keberlanjutan usaha agribisnis bawang harus didukung dengan adanya kelembagaan yang baik,” terangnya.
Di sisi lain, owner PT. Permata Indah Rubaru Abdur Ra’uf menuturkan, akan melakukan kerja sama dengan para petani yang berada di Desa Mandala Kecamatan Rubaru karena produknya memiliki daya tarik berbeda. Sehingga pihaknya optimis jika produknya bakal diminati masyarakat di Belanda.
“Keunggulan produk kami memiliki aroma yang khas dan daya tahan penyimpanan mampu hingga 6 bulan,” ujarnya.
Pihaknya meyakini dengan kualitas produk yang mumpuni, beberapa produk unggulan lainnya dari PT. Permata Indah Rubaru juga mampu tembus pasar internasional.
Diketahui, ekspor perdana bawang goreng merah ini mengirimkan produk ke Belanda dengan kemasan berat 100 gr sebanyak 2.300 pcs dan berat 500 gr sebanyak 1.001 pcs. Tidak hanya itu, Pemkab Sumenep juga mengirimkan beberapa produk unggulan seperti rengginang, beras putih dan beras merah untuk dijadikan percontohan.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...