JAKARTA – Tagihan listrik rumah tangga sering kali membengkak tanpa disadari karena penggunaan alat elektronik sehari-hari. Beberapa perangkat ternyata menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi energi rumah tangga.
Salah satu yang paling boros adalah mesin cuci dan pengering pakaian. Menurut laporan Energy Saving Trust, kedua alat ini menyumbang sekitar 14% dari tagihan listrik rata-rata.
Mesin cuci dan pengering membutuhkan daya besar karena harus memanaskan air dan udara. Proses pemanasan inilah yang menjadikan penggunaannya sangat boros energi jika tidak diatur dengan bijak.
Selain itu, kulkas dan freezer juga menempati peringkat tinggi dalam konsumsi listrik rumah tangga. Perangkat ini menyumbang sekitar 13% dari total tagihan listrik bulanan.
Kulkas dan freezer bekerja tanpa henti selama 24 jam untuk menjaga suhu tetap konstan. Dengan masa pakai rata-rata 17 tahun, energi yang dipakai tentu sangat besar jika dikalkulasikan dalam jangka panjang.
AC atau pendingin ruangan juga dikenal sebagai perangkat yang sangat boros listrik. Pengaturan suhu menjadi kunci untuk mengurangi konsumsi energi dari alat ini.
Dewan Efisiensi Energi Australia, seperti dikutip ABC News, menyebut setiap penurunan suhu di bawah 23 derajat bisa meningkatkan tagihan listrik hingga 15 persen. Oleh karena itu, suhu ideal yang disarankan adalah antara 23 hingga 26 derajat Celsius.
Water heater atau pemanas air juga sering menjadi penyebab meningkatnya tagihan listrik rumah tangga. Alat ini membutuhkan energi besar untuk memanaskan air setiap kali digunakan.
Salah satu cara penghematan adalah dengan membatasi durasi mandi menggunakan shower. Disarankan agar waktu mandi tidak lebih dari empat menit agar konsumsi listrik lebih efisien.
Selain itu, TV dan komputer yang dibiarkan dalam mode siaga juga bisa membuat tagihan listrik meningkat. Walau terlihat tidak aktif, perangkat ini tetap menggunakan daya di balik layar.
Menurut perkiraan Canstar Blue, mode siaga pada alat elektronik dapat menyumbang hingga 10 persen dari total tagihan listrik rumah tangga. Artinya, mematikan perangkat sepenuhnya saat tidak digunakan akan lebih hemat energi.
Kebiasaan sederhana seperti mencabut kabel charger dan menekan tombol off bisa membantu mengurangi pemborosan. Cara ini tidak hanya menghemat listrik, akan tetapi juga memperpanjang usia pakai perangkat.
Berdasarkan data tersebut, terlihat jelas bahwa mesin cuci, kulkas, AC, water heater, hingga perangkat elektronik kecil seperti TV tetap menjadi faktor utama pemborosan listrik. Kesadaran pengguna menjadi kunci agar tagihan bulanan tidak terus meningkat.
Untuk itu, hendaknya kita lebih bijak dalam menggunakan alat elektronik rumah tangga. Dengan menerapkan pola hemat energi, rumah tangga kita bisa mengurangi biaya listrik sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...