AGAM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menyalurkan bantuan paket sarana produksi kepada pelaku UMKM terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (23/1/2026). Bantuan disalurkan sebagai dukungan langsung kepada pelaku usaha mikro untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam.
Bantuan yang disalurkan meliputi kompor gas, tabung LPG, serta bahan baku produksi sebagai upaya mendorong pelaku usaha kembali berproduksi dan menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga. Pada hari yang sama, bantuan serupa juga disalurkan di Kecamatan Palembayan dan Kecamatan Malalak.
Di Kabupaten Agam, total 250 pelaku UMKM menerima bantuan, dengan rincian 100 pelaku usaha di Kecamatan Tanjung Raya, 100 pelaku usaha di Kecamatan Palembayan, dan 50 pelaku usaha di Kecamatan Malalak. Penyaluran ini menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi berbasis komunitas di wilayah terdampak bencana.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatra Barat Endrizal, Bupati Agam yang diwakili Asisten II Setdakab Agam, Andrinaldi, serta pemangku kepentingan terkait.
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan langsung Presiden Republik Indonesia agar kementerian dan lembaga hadir secara nyata membantu masyarakat terdampak bencana sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
“Bencana yang terjadi di Kabupaten Agam meninggalkan dampak yang berat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Bantuan sarana produksi ini menjadi langkah awal agar pelaku usaha dapat kembali beraktivitas dan menata kehidupan,” ujar Helvi.
Ia menegaskan, pemulihan UMKM menjadi kunci penting dalam mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha bertahan sekaligus bangkit secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Agam yang diwakili Asisten II Setdakab Agam Andrinaldi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelaku UMKM di daerahnya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi pelaku UMKM di Agam. Kami berharap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghidupkan kembali usaha masyarakat pascabencana,” ujarnya.
Andrinaldi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mendukung kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Ke depan, Kementerian UMKM RI akan terus memfasilitasi pelaku usaha agar mampu bangkit dan menjalankan usaha secara berkelanjutan. Wamen UMKM pun mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimistis menghadapi situasi pascabencana.
“Jangan takut dan jangan patah semangat. Bencana ini adalah ujian agar kita bangkit lebih kuat dan menjadi pelaku UMKM yang tangguh,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...