SERIKATNEWS.COM- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Banyuwangi menyoroti terkait arah politik ekonomi global dengan mengadakan diskusi publik yang dihadiri oleh puluhan kader GMNI Banyuwangi, Selasa (04/09).
Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Andreas Asta Purnama mengatakan pengaruh Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meetings 2018 dari IMF-World Bank layak kita diskusikan supaya masyarakat memahami dampak maupun tantangan yang akan dihadapi.
“Pemerintah menyatakan akan ada keuntungan yang diperoleh Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meetings di Bali. Tapi, menurut kami ada hal-hal yang substantif terkait kedaulatan politik ekonomi nasional yang harusnya pemerintah tegas berpihak pada rakyat,” kata Umam.
Diskusi yang bertemakan “Konsistensi Trisakti Dalam Tantangan Politik Ekonomi Global” mengulas tentang keterlibatan IMF terhadap pemerintah dari sisi historis dan politis dengan mengundang narasumber dari Komunal Study Club dan DPP GMNI.
Seperti diketahui bersama, Trisakti yang digagas oleh founding father, Sukarno merupakan kunci dari segala aspek kedaulatan bangsa Indonesia di mata dunia. Yakni: berdaulat bidang politik, berdikari bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Trisakti merupakan misi yang ingin dicapai bangsa Indonesia. Semenjak dicetuskanya oleh Soekarno pada tahun 1963, arus perubahan kondisi riil indonesia mulai berubah, namun sejarah mencatatkan pergolakan politik pada kurun waktu tersebut sangatlah dinamis,” ungkap Rinno Widodo dari Komunal Study Club.
“Melihat sejarah tersebut, pencetusan trisakti yang dijadikan jargon pemerintah sekarang hanyalah sebatas jargon politik belaka, jika dalam pengimplementasian Trisakti sendiri kurang bisa diterapkan, malah terkesan sebatas memorabilia nafas nasionalis, hal tersebut tentulah menjadikan indonesia limbung mengartikan Trisakti di era milenial,” tambahnya.
Menanggapi posisi strategis Indonesia saat ini, Made Bryan Pasek Ketua DPP GMNI Hubungan Internasional mengharapkan pemerintah serius melaksanakan amanat Trisakti dan mengembalikan GBHN sebagai induk segala kebijakan nasional.
“Relevansi Trisakti hanya dapat dilaksanakan jika pemerintahan konsisten dan komitmen berpihak pada kepentingan nasional. Idealnya, pemerintah menguatkan kemampuan ekonomi nasional dengan menghidupkan kembali GBHN sebagai induk segala kebijakan atau pondasi politik dan ekonomi nasional,” ungkap made.
“Sehingga, dalam arus globalisasi potensi Indonesia sebagai negara terbesar keempat dunia bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri sesuai dengan pijakan dasar negara yang jelas,” tambahnya.
Selain itu, disampaikan pula dalam diskusi tersebut bahwa GMNI akan Menolak IMF dan mendesak pemerintah segera keluar dari keanggotaan IMF.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...