SERIKATNEWS.COM – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno kembali menjadi sorotan setelah video berdurasi 14 detik yang beredar luas di media sosial. Sandiaga terekam melangkahi makam ulama dan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syansuri di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Sehubungan dengan ini, Ketua DPP PKB dan juga kader NU, Abdul Kadir Karding menilai bahwa perbuatan Sandiaga itu tidak pantas dilakukan, terlebih dia adalah seorang Cawapres.
“Sangat tidak etis. Seseorang yang tidak pernah mondok sekali pun, melangkahi makam adalah tindakan yang tidak sopan,” kata Karding, Senin (12/11/2018).
Ia menilai Sandiaga tidak paham adab ziarah kubur. Jika Sandiaga paham adab tersebut, tentu dia akan bersikap sopan tanpa melangkahi makam, apalagi makam seorang ulama.
“Kalau orang NU ziarah kubur itu dilakukan dengan tahlil,” kata Karding.
Karding juga menyoroti gelar santri di era post-Islamisme yang diberikan Presiden PKS Shohibul Iman untuk Sandiaga. Melihat aksi Sandiaga melangkahi makam tokoh NU, Karding menilai label santri tersebut nampak hanya untuk kepentingan politik belaka.
“Sebagai calon pemimpin, apalagi Indonesia yang terkenal adab sopannya, tentu ini tidak pantas dilakukan. Karena pemimpin itu mesti jadi contoh rakyat,” imbuhnya.
Dalam video itu, Sandiaga awalnya melakukan tabur bunga di makam KH Bisri Syansuri. Setelah selesai, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terlihat melangkahi makam tersebut untuk beralih menabur bunga ke makam lain.
Calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang juga bersama Sandiaga nyaris mengikuti langkah cawapresnya. Namun dia dicegah pengurus Ponpes Denanyar dan diminta memutar tidak melangkahi makam.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...