Connect with us

Opini

Asian Games 2018 Energy Of Asia

Published

on

Ilustrasi (Net)

Pesta olahraga antar bangsa Asia ke XVIII sebentar lagi berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sebelumnya pada 56 tahun yang lalu ditahun 1962 Asian Games ke-IV dilangsungkan di Jakarta. Presiden Sukarno berani untuk menyelenggarakan event internasional tersebut, padahal kita sama sekali belum mempunyai fasilitas olahraga yang memadai dan baru selesai dengan konflik dalam negeri. Justru perhelatan dipakai Bung Karno untuk dapat lebih menyatukan bangsa Indonesia.

Segera saja pembangunan besar-besaran dilakukan dan daerah Senayan dengan stadionnya yang megah dapat dibangun. Stadion beratap yang terbesar di dunia saat itu yang dapat menampung penuh 105.000 orang – tempat pembukaan dan penutupan berlangsung. Acara itu sukses besar dan amat membanggakan seluruh bangsa Indonesia.

Nah kalau dahulu tahun 1962 kita hanya mempunyai kompleks olahraga Senayan dan Velodrome Jalan Pemuda maka sekarang sudah bertambah dengan di Kemayoran maupun di Jakabaring Palembang dan lain lain. Tahun 2018 ini akan diikuti oleh 12.000 atlit dari 45 negara yang bertanding dalam 40 cabang dengan jumlah event 462 nomor. Sesuatu yang sulit dibayangkan mengaturnya hingga kerja besar INASGOC – Indonesia Asian Games Organizing Committee perlu didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Perbedaan dengan Olimpiade

Sejak lama ada pertanyaan mendasar mengapa perhelatan olahraga bangsa Asia disebut Games atau permainan bukan Sport seperti yang dikenal di Olimpiade. Dahulu pesta ini dimaksudkan bukan hanya untuk sekedar bertanding memperebutkan medali melainkan untuk saling mengenal antar bangsa karena ketika berdiri ditahun 1950 bangsa bangsa Asia baru saja merdeka bahkan ada yang masih memperjuangkan kemerdekaannya. Memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara amat kental di awal Asian Games sehingga acara pembukaan marak disertai karnaval oleh para atlitnya. Kalau tak saling mengenal, bangsa satu dengan lainnya maka- no more game.

Baca Juga:  Etos kerja: Memberikan yang terbaik bagi NKRI

Baca Juga: Asian Games 2018, Era Baru Olahraga Indonesia

Olimpiade mempunyai motto citius-altius-fortius yang berarti lebih cepat- lebih tinggi – lebih kuat yang dikenalkan oleh founder Olimpiade Modern orang Perancis bernama Pierre de Coubertine tahun 1894, meneruskan Olimpiade Yunani yang dihentikan tahun 339 , jelas hanya menitik beratkan pada prestasi olahraga semata. Walaupun disini mereka berjuang sekuat tenaga untuk dapat berprestasi mematahkan prestasi yang telah ada dan berjuang maksimal berunjuk batas manusia dari masa ke masa, demi menjunjung nama bangsa-negaranya.

Kesempatan Buat Indonesia

Asian Games kali ini ber-tema Energy of Asia. Dunia yang berputar mengelilingi matahari meyakinkan seluruh umat manusia bahwa kesalingtergantungan benar adanya. Supremasi dunia yang tadinya berada di Dunia Barat saat ini ada di Asia. Asia dapat menyeimbangkan dunia, menggelorakan energi positif dengan pemahaman bahwa kita hidup di planet yang sama. Jadi selayaknya kita bersama menghadapi tantangan umat manusia dan bersama pula mensejahterakannya.

Indonesia di dunia mempunyai nama harum yang tak akan lekang sampai akhir zaman yaitu menyelenggarakan Konperensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 dengan konsep Dasa Silanya –yang berhasil memerdekakan secara damai puluhan negara Asia dan Afrika. Maka penyelenggarakan Asian Games kali ini dengan tema Energy of Asia sangat relevan di mana sebagian dunia masih dilanda peperangan dan ketidakadilan. Memperjuangkan perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi kita dan mensejahterakan seluruh umat manusia adalah kewajiban seluruh penduduk dunia. Kita dapat memulainya dari negara kita sendiri – Indonesia.

Kita bangsa besar – bangsa yang merdeka dengan berjuang sendiri – tanpa bantuan bangsa lain. Dan setelah itu membantu memerdekakan bangsa-bangsa lain. Kita satukan lagi energi positif bangsa-bangsa Asia untuk kemajuan dunia.

Baca Juga:  Manuver Politik Rocky Gerung Membela Prabowo

Marilah sebagai tuan rumah, kita sambut pesta Asian Games dengan segenap suka cita . Kita lupakan sejenak persaingan pilkada maupun pilpres tahun depan. Kita bersatu padu mensukseskan Asian Games ke XVII – Energy of Asia.

Men Sana In Corpore Sano

Advertisement

Popular