SERIKATNEWS.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) Kordinator Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, menyelenggarakan Dialog Publik pada Selasa (10/12/2019) di Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat.
Dialog publik dengan tema “Sinergitas Arah Gerak BEM NUS DKI Jakarta Untuk Indonesia Maju” merupakan agenda lanjutan dan konsolidasi internal yang turut dihadiri 40 kampus se Jakarta.
Pada kesempatan itu, Dimas Prayoga, Kordinator BEM NUS DKI Jakarta, mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu menghadapi tantangan zaman. “Kita dapat mampu berdaya bersaing serta unggul dan harus menjadi pribadi yang mempunyai skill individu dalam mewujudkan Indonesia maju dan Indonesia emas 2045,” ucapnya.
Sedangkan Zimah Awab dalam dialog publik siang itu menyempatkan menceritakan sejarah singkat BEM NUS dihadapan perwakilan 40 kampus se Jakarta. Dia memaparkan bahwa sejarah BEM Nusantara sendiri pertama kali pada tahun 2005, tercetus saat perwakilan Mahasiswa se-Nusantara mendiskusikan keadaan dan situasi nasional di UIN Kalijaga Yogyakarta.
“Walaupun sempat mengalami ke vakuman periode 2007-2009, BEM NUS dengan semangat zaman, ketika gerakan mahasiswa bangkit kembali, dan inisiatif kita melakukan konsolidasi selama tiga tahun, sampailah waktu deklarasi aktif kembali di Kampus Trisakti Jakarta pada tahun 2010, sampai hari ini,” tuturnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...