Peduli Covid-19, UTA’45 Jakarta Gelar Bakti Sosial
Penulis: Serikat News
Selasa, 28 April 2020 - 14:55 WIB
SERIKATNEWS.COM – Dalam waktu 1.5 bulan dampak Covid-19 telah meluas ke bidang ekonomi. Daya beli masyarakat menurun secara drastis terutama di kalangan masyarakat kelas bawah. Dunia prihatin, demikian pula Indonesia.
Melalui Program Pengabdian Masyarakat yang bertema “Peduli Covid-19”, UTA’45 Jakara telah menyusun serangkaian kegiatan sebagai berikut: Pertama, pada tanggal 27 April 2020 dan 28 April 2020 akan dibagikan sembako kepada karyawan dan masyarakat sekitar UTA’45.
Kedua, pada tanggal 29 April 2020 akan didonasiman hand santizer dan masker kepada RS Sulianto Saroso, Wisma Atlet dan para security. Ketiga, akvitas Peduli Covid-19 dalam bentuk pemberian sembako akan dilanjutkan pada Bulan Mei 2020.
“Sebagai sesama anak bangsa yang sedang dilanda musibah, Covid-19 yang bermuara pada potensi krisis ekonomi yang tinggi, nurani kami terpanggil, dengan segala keterbatasan kami, untuk tetap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kesulitan,” ujar Wakil Rektor II UTA’45 Brian Matthew di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Brian mengatakan aktivitas tersebut merupakan lanjutan dari aktivitas sosialisasi dan edukasi yang sebelumnya telah dilaksanakan guna penanggulan penyebaran Covid-19.
“Ini kegiatan bakti sosial yang kedua kami laksanakan, selama pandemi Covid-19. Dan kegiatan bakti sosial ini, akan terus kami jalankan selama Covid-19 ini. Sesuai dengan kemampuan kami. Itu saja tujuan bakti sosial dan pengabdian pada masyarakat yang kami lakukan,” ujarnya.
“Kami akan memberikan 1000 paket mulai dari sembako dan perlengkapan medis berupa 2 kg beras, 4 bungkus indomie, 1 hand sanitizer, 1 masker, dan 1 sabun cair Sembako akan kami bagikan langsung ke masyarakat jakarta utara yang memang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Selain itu, bantuan sosial akan diberikan kepada para pejuang medis di Rumah Sakit Sulianti Saroso dan juga wisma atlet berupa perlengkapan kesehatan.
“Kepada awak media, dan kepada satuan pengamanan di lingkungan Tanjung Priok
untuk kegiatan kali ini, kami didukung oleh Femme Cosmetik dan APTFI,” imbuh Brian.
Femme Cosmetic adalah salah satu UKM di industri kecantikan yang turut dalam aktivitas “Peduli Covid-19” dengan menyumbangkan 400 hand sanitizer kepada masyarakat Tanjung Priok, Polisi dan Tentara sebagai bentuk kopeduliannya dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Femme Cosmetic adalah UKM yang telah berkiprah di industri kecantikan sejak tahun 2018. Femme Cosmetic memproduksi Kosmetik Produksi Dalam Negeri berbasis bahan-bahan herbal yang tidak berbahaya untuk kesehatan kulit. Femme Cometics telah Bersertifikat BPOM & Bersertifikat Halal.
Dengan moto “your everyday non-toxic make up infused with skincare benefit”, Femme Cosmetic mempunyai misi untuk mengedukasi para konsumen agar aware terhadap ingredient yang digunakan produk kosmetik.
Sementara APTFI adalah Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi (APTFI) Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta adalah salah Fakultas Farmasi yang berada di Korwil 2 bersama Fakultas Farmasi UI, Universitas Pancasila, Universitas Esa Unggul, UHAMKA, ISTN, UIN Jakarta, UPB Karawang, STF YPIB Cirebon, UNJANI, UNPAD, ITB.
Dalam hal ini, APTFI Korwil 2 terpanggil untuk ikut dalam kegiatan “Peduli Covid-19” dengan menyumbangkan hand sanitizer bersama UTA’45 Jakarta.
SLEMAN – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi pidana kerja sosial
JAKARTA – Pernyataan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu beragam
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa akselerasi dan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen utama untuk mempercepat penyelesaian
JAKARTA – Gojek Indonesia resmi memberlakukan kebijakan biaya pembatalan (cancellation fee) sebesar Rp3.000 untuk layanan GoCar. Aturan baru ini bertujuan
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sebanyak 4,7 juta akun anak telah dinonaktifkan oleh berbagai platform