SERIKATNEWS.COM – Untuk menyambut wisatawan dalam masa tatanan hidup baru yang dikenal dengan new normal, tempat wisata mulai ikut bersiap menyusun konsep yang menarik tapi sesuai dengan segala peraturan new normal.
Salah satunya ekowisata di Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh, dalam menyambut penerapan new normal pariwisata di Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru tengah menyiapkan protokol new normal di Pulau Pieh.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono mengatakan bahwa KKP akan terus mendorong disiapkannya protokol new normal ekowisata berdasarkan prinsip 5K.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Prinsip itu adalah kebersihan, kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan di sejumlah Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Salah satunya di TWP Pulau Pieh yang dikelola oleh LKKPN Pekanbaru,” kata Aryo melalui keterangan tertulisnya.
“Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan, selain melindungi ekosistem dan jenis ikan di dalamnya, kawasan konservasi juga dapat dimanfaatkan untuk ekowisata sesuai dengan daya tampung dan daya dukung serta pemanfaatan ekowisata secara berkelanjutan,” tambah Aryo.
Kepala LKKPN Pekanbaru, Fajar Kurniawan saat diskusi publik melalui webinar mengatakan bahwa TWP Pulau Pieh yang berada di Provinsi Sumatera Barat dengan brand ‘to Conserve Minang Marine and Culture’ memiliki potensi ekowisata yang luar biasa.
“Selain menjadi habitat bagi ekosistem terumbu karang dan jenis ikan, juga menjadi rumah bagi tiga spesies penyu, lima spesies lumba-lumba, dan 3 spesies paus. Sampai saat ini TWP Pulau Pieh telah dikunjungi oleh wisatawan dari 12 negara yang didominasi oleh wisatawan mancanegara seperti Malaysia. Atraksi wisata yang dilakukan meliputi diving, snorkeling, dolphin watching, turtle watching, survival dan island hopping,” ujar Fajar.
Menurutnya, dalam rangka memulihkan pariwisata di TWP Pulau Pieh akibat pandemi, pihaknya akan menerapkan protokol new normal secara terpadu sesuai dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh WHO, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah.
“Konsep protokol yang disusun ini tidak hanya untuk mengatur wisatawan dan operator wisata saja tapi juga untuk seluruh pihak yang terlibat, termasuk kami selaku pengelola kawasan,” katanya.
Fajar berharap dapat terjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam mempromosikan pariwisata TWP Pulau Pieh di era new normal. Salah satunya melalui pembagian peran masing-masing pihak dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata di Sumatera Barat, khususnya di TWP Pulau Pieh.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...