Eva Sundari: Memperjuangkan Kepentingan Konstituen Melalui Mekanisme 3 Pilar Organisasi
Penulis: Serikat News
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 13:06 WIB
SERIKATNEWS.COM- Di Kediri, Eva Sundari menerima banyak keluhan yang spektrumnya luas. Hal ini terjadi saat dialog dengan perwakilan warga dari Kec Ringinrejo di Desa Deyeng, Kab Kediri pada Hari Sabtu (19/8/2018). Acara dialog tersebut diadakan oleh Ketua DPRD Kab Kediri, H Sulkani dalam rangka reses anggota DPRD Kab Kediri.
Hadir 200 -an orang di acara tersebut termasuk Camat Ringinrejo, dan seluruh kades di kecamatan tersebut yang beberapa diantaranya adalah kader PDI Perjuangan. Tuan rumah, Muyat Pribadi yang juga Ketua PAC PDIP turut curhat dengan menyoal tarif untuk penghulu, “Semua orang inginnya nikah di rumah, karena kawin adalah personal dan sakral. Mohon pemerintah menurunkan tarif atau memberikan subsidi bagi keluarga-keluarga miskin.”
Kades Selodono,Suyono menyampaikan isu yang juga terjadi di Blitar,” SDN dan SMPN banyak yang nyaris tutup, kurang murid. Banyak ortu memilih MTsN dan MIN. Apa tidak sebaiknya ada kebijakan pembatasan jumlah murid agar ada pemerataan.” Kades Deyeng, Samsul menyoal jumlah dana desa, “Saya protes bu, kok desa saya yang lebih luas dan penduduknya lebih banyak kok ADD nya disamakan dengan desa sebelah yang ukurannya hampir separo dari desa saya.”
SerikatNews
Bu Kades Nambakan, menyampaikan keluhan soal BPJS yang menghapus fasilitas-fasilitas terutama beberapa operasi. “Ini memberatkan bagi para pasien yang miskin, mohon pemerintah mengembalikan seperti skema semula,” menyatakan keberatannya.
Yang mengharukan adalah curhat Kades Ahmad Ali, Kades Ringinrejo,”Saya harap ada dispensasi ke laporan kinerja desa saya karena aparat pemerintahan desa hanya ada 3 orang termasuk saya dari yang harusnya 10 orang.” Haji Sulkani menenangkan, “Sabar pak, DPRD sudah mengusulkan adanya perubahan SK Bupati terkait perekrutan perangkat desa. Segera beres pak.”
Ada tiga kepala desa mengeluhkan peraturan impor gula rafinasi. “Bagi kami petani, gula sudah hilang manisnya. Panen kali ini kami justru sedih. Mohon pemerintah mengurangi impor gula karena harga gula menjadi jatuh. Kami terus merugi selama 5 tahun ini,” kata pak Tulus Widodo,Kepala Desa Jemekan dengan nada pahit.
Eva Sundari mencatat dengan cermat dan merespon, “jaring aspirasi memberikan PR yang banyak bagi saya karena kebanyakan terkait dengan kebijakan Pusat. Saya akan pelajari dan mencari peluang titik temu untuk solusi yang win-win solution. Saya akan kembali menemui dan melaporkan ke bapak-bapak di pertemuan berikut.”
Pertemuan tersebut berlangsung intensif karena permasalahan-permasalahan yang diangkat terkait kebijakan pusat dan tentu harus direspon melalui aksi-aksi advokasi kebijakan. Yang terpenting, sebagai kader PDI Perjuangan para anggota parlemen berbagai tingkat tetap melaksanakan strategi perjuangan 3 pilar yaitu eksekutif-legislatif-eksekutif untuk melakukan pengawasan dan mewujudkan perbaikan-perbaikan.
YOGYAKARTA – Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dardias, menilai pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri
PROBOLINGGO – Puluhan Pemuda-pemudi di Kota Probolinggo menyatakan sikap mendeklarasikan diri mendukung Calon Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo nomor urut
Probolinggo – Puluhan ribu warga Kabupaten Probolinggo memenuhi lapangan Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo, Rabu pagi (28/8/2024). Massa
SERIKATNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo segera membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Probolinggo pada
SERIKATNEWS.COM – Beberapa banner Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-cawabup) Kabupaten Probolinggo mulai bertebaran di titik jelang