Hasil Kajian DEN: Program MBG Tambah Semangat Belajar dan Kehadiran Siswa
Penulis: Serikat News
Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:14 WIB
Menu makan bergizi gratis. (Foto: Antara)
JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan hasil kajian mengenai dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Kajian yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui modul khusus Susenas sejak September 2025 tersebut menunjukkan dampak positif program MBG terhadap peningkatan kehadiran siswa, semangat belajar, serta penurunan rasa lapar anak di sekolah.
Anggota DEN, Mochamad Firman Hidayat, mengungkapkan bahwa penurunan angka absensi siswa penerima MBG terlihat sangat signifikan, terutama pada kelompok masyarakat miskin di tingkat kesejahteraan terendah (desil pertama). Siswa di kelompok desil-1 yang menerima MBG tercatat jauh lebih rajin hadir di sekolah dibandingkan mereka yang belum menerima bantuan makanan bergizi ini.
“Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome dari program MBG ini terhadap absensi siswa di sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya. Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik. Jadi kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG,” ujar Firman.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Mochammad Firman Hidayat menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres)
Kajian DEN juga menemukan hubungan antara kualitas menu MBG dan semangat belajar anak. Sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan bahwa semangat belajar mereka meningkat. Sebaliknya, ketika kualitas menu dinilai buruk, persentase siswa yang merasakan peningkatan semangat belajar menurun secara signifikan.
“Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ungkapnya.
Di samping kualitas menu, pemerataan distribusi penerima manfaat juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Susenas periode September, distribusi penerima MBG masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan.
“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” pungkas Firman. (*)
PAMEKASAN – Paguyuban Pemuda Pamekasan mendeklarasikan dukungan terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming
JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait gelombang kritik publik yang mengemuka setelah dirinya resmi ditunjuk sebagai anggota
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berkedudukan langsung di bawah
SLEMAN — Kesiapsiagaan penyelenggaraan Pemilu di kawasan rawan bencana menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Sleman. Hal itu mengemuka saat Bawaslu melakukan
JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, merespons santai langkah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang mengumumkan
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa integritas individu yang melekat pada setiap kepala daerah dan wakil