SERIKATNEWS.COM – Sejauh ini, tingginya ekspor udang dinilai sangat berpeluang untuk membudidayakan jenis udang baru sebagai komoditi ekspor masa depan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Efendi Hardijanto, Rabu (17/10/2018).
“Kami juga mengembangkan jenis-jenis baru, yang kira-kira bisa menambah (ekspor) di masa depan,” kata Rifky.
Budidaya ini dilakukan untuk meningkatkan varietas udang jenis lain, untuk menimbulkan nilai jual di pasar. Saat ini, KKP yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti melihat, primadona ekspor adalah udang vaname (udang tambak).
“Saat ini yang paling banyak di ekspor udang vaname. Budidaya jenis udang baru terutama untuk nantinya pedagang kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Rifky menyebutkan, target ekspor udang hingga akhir tahun adalah US$ 5 miliar atau meningkat 11%, dibanding tahun 2017, US$ 4,5 miliar.
“Sejauh ini market di Amerika Serikat sebagai pasar ekspor perikanan kita masih bagus ya. Serapannya masih bagus. Kita terus berupaya tingkatkan,” ujarnya.
Komoditi lain yang dinilai bisa mendongkrak ekspor adalah budidaya rumput laut. Namun memang rumput laut masih kalah jauh dari komoditi seperti cumi, tuna, kepiting dan cumi-cumi.
“Ekspor rumput laut juga bagus volumenya. Ini dikatakan agak lebih rendah dibandingkan komoditi lain, tapi rumput laut itu valumenya meningkat lebih dari 1,5 kali lipat dibanding tahun lalu,” ilstrasimbuhnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...