Connect with us

Opini

Refleksi Perjuangan Reformasi 98′

Published

on

Sumber: media.iyaa.com

Kilas Balik Reformasi
Perjuangan reformasi 1998, adalah bentuk rasa ketidakpuasan rakyat terhadap rezim saat itu, yang dipelopori oleh Mahasiswa di seluruh Tanah Air. Hal ini dilakukan atas dasar, terjadinya praktek-praktek pemerintahan, pembangunan insfrastruktur, ekonomi, social budaya, dan politik yang tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Proklamsih 1945. Kesemuanya penuh dengan proses tipu mendaya sehingga, lahirlah perjuanagan rakyat melalui mahasiswa pada Tahun 1998.

Hiruk pikuk, yang terjadi dalam perjuangan tersebut, banyak rakyat dan mahasiswa para aktivis, menderita, diintimidasi, terjadinya penembakan, pembakaran, bahkan banyak terjadi korban jiwa yang dilakukan oleh rezim tersebut. Oleh sebab itu, maka melalui segala proses saat ini dan menyambut kemenangan dalam perjuangan tersebut, tentunya memiliki subyektifitas dan kekurangan serta keberhasilan dan obyektifitas para pejuang 98’.

Proses ini tidak dapat dipungkiri bahwa, terjadinya suatu perubahan sksn dipengaruhi oleh kondisi internal kebangnsaan dan ekternal atau global. Memiliki kepentingan dalam perjuangan tersebut. Pertama, secara internal proses pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat yang tidak sesuai dengan amanat kemerdekaan, seperti pelayanan yang tidak baik terhadap rakyat, terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam segala aspek pembangunan, minsed harga pasar yang dikuasai pasar di banding pemerintah, penciptaan keterisolasian pada daerah yang memiliki hasil alam yang mumpuni, komuniasi dan tarnsparasi yang tidak transparan, terjadinya intimidasi bangsa dengan bangsa, suku, agama, ras dan seterusnya. Ini dikuasai oleh sekelompok orang yang sangat dekat dan memiliki hubungan special dengan rezim saat itu. Kedua, secara Ekternal, kepentingan golabal yang sangat dasyat dalam hal menginkan kemiskinan terjadi, menguasai dan melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam dan menghisap sumber daya manusia Indonesia yntuk kepentingan tersebut. Hal ini dilakukan secara massif, di berbagai aspek kehidupan Bangsa dan Negara selama kurang lebih 32 tahun.

Baca Juga:  Hilangnya Momentum Emas PSI

Oleh sebab itu, dengan fenomena tersebut, maka rakyat merasa terdesak, dan kehidupannya melarat maka secara menyeluruh bangsa ini berteriak dengan slogan reformasi 1998. Dan Mahasiswa dan para aktivis secara totalitas mengarahkan kekuatan, baik secara fisik maupun psikis dan mengorbankan materi, pikiran dan waktu untuk melakukan perjuangan yang sangat dasyat dan meraih hasil dengan berbagai kesepakatan dalam perjuangan dimaksud.

Cita-Cita Reformasi 98’
Dalam setiap perjuangan tentunya memiliki tujuan dan maksud untuk menuju proses yang lebih baik, aspek tantangan, hambatan yang dilatarbelakangi oleh kondisi-kondisi yang telah terjadi sebelumnya. Rakyat saat ini yang dipelopori oleh mahasiswa dan aktivis memiliki kesepakatan bersama atau yang lebih trand disebut dengan Agenda Reformasi 98’ yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta dan empat tokoh reformasi di antaranya adalah, KH Abdurahman Wahid (GUSDUR), Amin Rais, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Megawati Soekarnoputri.

Setelah sidang Istimewa MPR dengan menghasilkan 12 keteapan. Dalam kesepatan itu adalah, semata-mata menginginkan perubahan baik secara birokrasi, Dwi fungsi ABRI, Persatuan dan kesatuan Bangsa, kedaulatan rakyat, pemilu yang luber dan jurdil, mengusut pelaku KKN, terutama Soeharto dan kroninya, mendesak anggota PAM SWAKARSA membubarkan diri. Pertemuan tersebut dilaksanakan di kediaman GUSDUR, ciganjur Jakarta selatan. Pada tanggal 10 November 1998.

Kepentingan Neo Leberalisme Menumpang Reformasi
Kepentingan ini adalah kepentingan Global atau eksternal, yang mendorong dengan memanfaatkan reformasi untuk mendorong perubahan regulasi dalam rangkah agar kepentingannya dapat terakomudir. Hal ini, ada 9 tokoh elit politik dan kerohanian yang dibentuk dalam KOMITE REFORMASI dengan agenda komite tersebut adalah, menyelesaikan UU kepartaian, UU PEMILLU, UU Susunan dan kedudukan MPR/DPR serta DPRD, UU anti-monopoli, UU anti korupsi dan lainya.

Baca Juga:  Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Masa New Normal

Namun yang menjadi aneh dan pertanyaan bagi kita bahwa apakah, melalui reformasi ada tujuan reformasi untuk melakukan amandemen UUD 45,. Hal ini patut dipertanyakan agar tidak menjadi dosa/ dan sejarah buruk bagi perjuangan reformasi 98’.

Inilah yang menjadi kepentingan global atau neo leberalsime dalam menunggangi perjuangan reformasi.

Tokoh Reformasi Atau Tokoh Amandemen UUD 45’
Reformasi menjadi sebauh gerakan yang dasyat saat itu, menuai hasil yang tentunya terdapt kelebihan dan kekurangan didalamnya. Baik kepentingan individu maupun kepentingan kelompok, namun sampai saat ini belum ada yang merasa memiliki kepentingan rakyat seutuhnya.

Menjadi tokoh Perjuangan demi kepentingan rakyat tentunya memiliki kreteria dan menjadi pertanyan bagi kita bahwa, apakah perjuangan seseorang yang saat itu menjadi harapan dan tumpuan rakyat, dan melakukan sesuatu dengan memiliki kapitasnya dan kewenangan tanpa melalui consensus rakyat,,,,,????

Tokoh amandemen UUD 45 adalah Amin Rais yang sat itu menjadi Ketua MPR-RI 1999-2004, apakah ini yang disebut dengan tindakan keteledorannya beliau, dan patut dicurigai bahwa beliau juga adalah salah satu antek Neo leberalis, dan mengikuti perkembangan dua decade reformasi ini, maka, dapat di anggap layak menjadi pahlawan reoformasi atau Tokoh Reformasi……..????

Menjadi landsan bagi kita bersama bahwa, jika suatu bangsa tidak menghargai jasa dan perjuanagan para Pahlawannya maka, kita siap menanti kehancuran bangsa kita pula. Hal ini sebagaimana telah disampaikan oleh Dr. Hardjono, SH,. MH. Dosen Fakutas Hukum Universitas Indonesia (UI) dalam disertasinya, beliau menyatakan bahwa UUD 45 yang sekarang ini sudah mengalami empat kali amandemen sehingga semakin jauh dari cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan tidak sesuai dengan kondisi social masyarakat Indonesia. Bahkan tidak memiliki relevansi dengan paradigm holistic Ekologi Fritjot Capra dalam konteks filsafat ilmu hokum.

Baca Juga:  Hubungan Antara Budaya dan Agama

Kongklusi
Bahwa, Gerakan Reformasi Belum selesai dan masih banyak yang menumpang gerakan tersebut, baik secara internal maupun eksternal,
Bahwa, seseorang disebut Tokoh, adalah memiliki pola berfikir, tingkalaku, ketauladanan, pribadi, dan intelektualnya yang secara totalitas baik ke-Indonesiaan maupun global.
Bahwa, dengan tindakan tokoh reformasi yang keliru menimbulkan sejarah perjuangan yang buruk bagi generasi kelak.

Advertisement

Terkini

News9 jam ago

Mendag: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

SERIKATNEWS.COM – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa Pemerintah terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Terkait...

News14 jam ago

KOPRI PB PMII Berikan Bunga sebagai Tanda Apresisasi untuk DPR RI

SERIKATNEWS.COM – KOPRI PB PMII Memberikan apresiasi kepada DRP RI di Gedung Nusantara II Jakarta dengan menebar bunga sebagai bentuk...

News21 jam ago

Percepat Pembangunan Desa, Gus Halim Minta Mahasiswa dan Pendamping Desa Kolaborasi

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik menjadi media...

News22 jam ago

Metaverse Menurut Bill Gates

SERIKATNEWS.COM – Kehadiran Metaverse diprediksi akan mengubah banyak kebiasaan masyarakat. Menurut Co-founder Microsoft, Bill Gates, ke depannya kebiasaan di dunia...

News23 jam ago

Kemendag: Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai

SERIKATNEWS.COM – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memulai era baru dalam perdagangan fisik emas digital di bursa berjangka. Kini...

Olahraga1 hari ago

Thomas Tuchel, Pelatih Terbaik FIFA 2021

SERIKATNEWS.COM – Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik FIFA 2021. Penghargaan itu diberikan kepadanya setelah memimpin Chelsea memenangi...

News1 hari ago

Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Tambah 10 SPKLU di Indonesia Timur

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) melakukan peresmian serentak 10 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara...

Populer

%d blogger menyukai ini: