JAKARTA – Serangan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu membuat internet di seluruh Iran lumpuh total. Lebih dari 90 juta penduduk terdampak pemadaman massal ini.
Pemadaman internet di Iran kini memasuki hari keempat tanpa tanda pemulihan cepat. Data lembaga pemantau jaringan NetBlocks pada Selasa (3/3/2026) mencatat gangguan sudah berlangsung lebih dari 72 jam.
Laporan CNBC International menyebut yang masih memiliki konektivitas normal saat ini hanya sekitar 1 persen wilayah Iran.
Menurut NetBlocks, pemutusan akses internet dilakukan langsung oleh rezim Iran. Hingga kini, pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan tersebut.
Pemadaman internet sebenarnya bukan hal baru bagi Iran. Pemerintah diketahui pernah melakukan langkah serupa saat terjadi kerusuhan sosial, termasuk pada Januari lalu selama beberapa pekan.
Namun, sejumlah analis menilai ada faktor tambahan yang memperparah gangguan kali ini. Mereka menyebut kemungkinan adanya serangan siber bersamaan dengan serangan fisik berupa rudal dan drone.
“Secara historis, taktik andalan rezim Iran saat krisis adalah memutus internet untuk mengendalikan narasi domestik dan menutupi operasi keamanan,” ujar kepala intelijen ancaman siber Flashpoint, Kathryn Raines.
Ia menambahkan serangan digital juga menyasar infrastruktur telekomunikasi penting. “Operasi siber AS-Israel menargetkan jaringan untuk mengganggu sistem komando Korps Garda Revolusi Islam selama serangan kinetik,” katanya.
Serangan siber dilaporkan meningkat tajam dan diduga berasal dari aktor AS dan Israel. Situs web serta jaringan internet Iran menjadi target peretasan secara masif.
Salah satu aplikasi kalender keagamaan populer Iran ikut diretas dalam gelombang serangan ini. Peretas menyematkan pesan agar militer Iran menyerah dan menulis kalimat “saatnya pembalasan” di dalam aplikasi tersebut.
Kondisi ini menunjukkan konflik Iran dengan AS dan Israel tak hanya terjadi di udara dan darat. Medan perang kini juga bergeser ke ruang digital yang langsung menyasar kehidupan sipil.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...