Sukamto Soroti ASN yang Terpapar Radikalisme

66

SERIKATNEWS.COM – Laporan Badan Intelijen Negara (BIN) tahun 2018 sangat mengagetkan publik, sebab sekurang-kurangnya ada 100 masjid yang dimiliki gabungan kementerian, lembaga, dan BUMN terindikasi melakukan aktivitas radikalisme.

Hal tersebut diperkuat dangan adanya data sekitar 50 penceramah yang sudah masuk ke dalam masjid-masjid tersebut dan sudah terindikasi paham radikal.

Anggota DPR RI dari fraksi PKB, H. Sukamto mengatakan yang terbaru belakangan ramai diberitakan bahwa ditemukan beberapa indikasi yang menunjukkan Direktur PT Bank Tabungan Negara atau BTN Persero diduga terpapar radikalisme. Menurutnya, kalau data itu benar, maka akan jadi catatan buruk bagi pemerintah dalam memberantas radikalisme.

Dengan demikian, Sukamto mendesak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menindaklanjuti beberapa temuan dan segera mengambil langkah terencana dan terpadu dalam rangka memangkas bibit-bibit radikalisme di lingkungan Kementrian/Lembaga dan BUMN.

“Dalam hal ini, saya mengusulkan dan mendorong Menpan/RB dan BKN memasukkan wawasan ideologi kebangsaan (4 Pilar berbangsa) sebagai salah satu bahasan pokok tes tulis dan wawancara seleksi penerimaan CPNS 2019,” ujar Sukamto melalui keterangan tertulisnya yang diterima Serikat News, Rabu (4/12/2019).

“Jadi hasil ujian wawasan kebangsaan jadi bobot penilaian yang signifikan sebagai penentu kelulusan peserta seleksi CPNS. Ini sebagai langkah antisipatif agar pemerintah tidak kecolongan lagi merekrut ASN berpaham radikal,” ujar Sukamto.

Lebih lanjut, Sukamto mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada dalam darurat toleransi. “Jadi memang harus dijawab dengan langkah kebijakan pemerintah dan penegakan aturan yang berani dan berkesinambungan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tol Sumatera, Bukti Jokowi Pecahkan Kebuntuan Pemerintahan Sebelumnya