SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa inovasi dan gotong royong adalah kunci bagi pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19.
“Dunia terancam kontraksi ekonomi hingga minus 7,2%. Desa harus menjadi kekuatan utama bagi ketahanan ekonomi nasional,” ujar Budi Arie Setiadi dalam Webinar Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI pada Jumat (12/6/2020).
Menurut Budi Arie, desa memiliki banyak tantangan karena ada sekitar 13.577 desa yang belum memiliki akses internet. Selain itu, ada sebanyak 433 desa tanpa listrik. Kesenjangan inilah yang harus diatasi bersama. Menurutnya, kita semua bergotong royong memajukan desa, sebab memajukan desa berarti memajukan Indonesia.
“Dari 74.953 desa yang ada masih ada 3.540 desa yang sangat tertinggal dan 17.633 desa yang tertinggal. Pekerjaan rumah kita masih sangat berat untuk beberapa tahun ke depan, ” imbuh Budi Arie.
Budi Arie juga mengatakan bahwa BUMDES adalah instrumen sosial-ekonomi bagi warga desa untuk maju. Saat ini baru 18.195 BUMDES yang sudah di-profiling, dan sudah ada 4.651 BUMDES yang masuk klasifikasi maju.
“Kami juga berharap dengan kerja sama semua pihak, baik swasta, BUMN maupun civitas akademika untuk saling berkolaborasi dalam memajukan potensi BUMDES di Indonesia,” pungkas Budi Arie.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...