Beredar Video Pembubaran Perayaan Natal di Tangerang

34586
Beredar Video Pembubaran Perayaan Natal di Tangerang

Serikatnews, Jakarta – Perayaan natal kembali memanas. Pasalnya, beredar video di group Whatsapp yang memperlihatkan sekolompok orang sedang membubarkan perayaan natal.

Dalam video tersebut terlihat salah seorang dari masa aksi meminta kepada para jamaat gereja untuk membubarkan diri. Mereka juga mengancam, apabila jamaat gereja tidak segera bubar, masa akan masuk geraja dan membubarkan paksa.

“Dari sekarang saya kasih waktu 15 menit untuk bubur, kalau tidak bubar pasukan bertarung. Allahu Akbar,” teriak salah seorang masa aksi dalam video disahut takbir oleh peserta aksi yang lain.

Berdasarkan penelusuran serikatnews.com, peristiwa tersebut memang benar adanya. Pembubaran perayaan natal itu terjadi di Ruko Sepatan Golden City Tangerang, Senin (24/12/2018) malam.

“Iya bener mas, itu saya yang ambil video. Saya memang sangaja ke situ, diajak temen dan langsung pas lihat rame-rame saya videoin” kata Farhan Zauji, saksi mata dan pemilik dua potong video, masing-masing berdurasi 2:40 dan 1:44 menit, Selasa (25/12/2018).

Dari wawancara via Whatsapp, Farhan mengungkapkan gejolak di Sepatan memang sudah lama terjadi. Hal itu dipicu penolakan warga terhadap pembangunan gereja disana.

“Itu kan ruko mas, buka gereja. Gerejanya dulu mau dibangun mas, tapi warga menolak dan proses pembangunan dibatalkan. Nah kerana gak punya gereja mereka akhirnya menyewa dua ruko untuk perayaan natal. Kalau gereja terdekat ada di Sepatan Timur, jaraknya kurang lebih 7 km,” tambah mahasiswa STISNU Tangerang itu.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Tetapi salah satu sumber menyebutkan peristiwa itu menimpa jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tangerang.

Dalam video pembubaran perayaan natal yang beredar, terlihat ada ratusan warga menggerebek kawasan pertokoan. Mereka dijaga oleh aparat kepolisian dibantu TNI.

Baca Juga:  Jusuf Kalla Sebut NU sebagai Organisasi Terbesar Dunia

(Ahmad Dafit)